
Kampung Berseri Astra (KBA) Tegeh Sari sebagai binaan Astra, melalui Komunitas Natah Rare mengadakan Pasraman Hijau yang ke-2. (Foto: ist)
Ketua Korwil Grup Astra Bali, Ida Bagus Astawa Suraputra (IBHE), menyampaikan bahwa tantangan utama yang sedang dihadapi bersama adalah konsep hidup berkelanjutan dengan ketahanan pangan. Konsep ini tidak rumit, bisa diimplementasikan siapa saja. Pasraman ini mengajarkan prosesnya, alasannya, dan bagaimana caranya. Keberlanjutan merupakan proses tanpa henti bagaimana mengedukasi satu generasi ke generasi berikutnya. Ketahanan pangan merupakan keberlanjutan sumber energi dan sangat lekat dengan kultur masyarakat Indonesia.
“Kita harus menjadi support system untuk lingkungan kita sendiri. Sekecil apapun yang kita tanam hari ini pasti akan ada dampaknya. Saatnya bersama membangun support system, membentuk karakter siswa peduli lingkungan kemudian secara beriringan mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development),” ucapnya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (30/6).
Sementara itu, pengurus kegiatan Pasraman Hijau, Gede Mantrayasa, menyebutkan, kegiatan aktif pasraman hijau mengisi waktu liburan siswa banyak diisi dengan kegiatan positif mengenal lingkungan dan perkebunan sejak dini. Terdapat empat kebun yang sama dikelola oleh siswa, anggota banjar dan ibu-ibu PKK di masing-masing area. “Semoga kegiatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan dapat diterapkan dilingkungan keluarga masing-masing,” tutupnya. (M-001/rl)










