Kawiya Persembahkan Teater Jaratkaru, Putri Koster Beri Skor Nyaris Sempurna

IMG-20260224-WA0003
Komunitas Wartawan dan Penulis Budaya (Kawiya) Bali, menyajikan Pementasan teater Bali modern “Jaratkaru: Lampan lan Utang sane Mekutang” yang menjadi bagian Bulan Bahasa Bali VIII di Ksirarnawa, Art Center, Senin (23/2/2026).

Selain aspek teknis, Putri Koster juga menekankan pentingnya etika dalam kebebasan berekspresi di atas panggung. Menurutnya, seni memiliki ruang luas untuk menyampaikan kritik sosial, namun tetap harus disampaikan secara santun dan berbudaya.

“Seni boleh mengkritik, boleh menyampaikan protes sosial, tetapi tetap beretika. Kritik bisa tajam tanpa harus menyakiti,” tegasnya.

Sementara itu, sutradara Agus Wiratama menjelaskan bahwa pementasan Jaratkaru menghadirkan reinterpretasi mitologi Bali dengan pendekatan realitas generasi urban masa kini. Tokoh Jaratkaru dimaknai sebagai metafora tentang “utang” manusia, bukan hanya kepada leluhur, tetapi juga terhadap tanggung jawab sosial dalam kehidupan modern.

Garapan ini mengangkat berbagai persoalan kontemporer Bali seperti tekanan ekonomi, kemacetan, perubahan sosial hingga dinamika kehidupan generasi muda yang terus berupaya bertahan di tengah perubahan zaman.

Uniknya, pementasan turut melibatkan wartawan yang muncul di sela pertunjukan membacakan berita berbahasa Bali, menghadirkan suasana teatrikal yang mengajak penonton masuk langsung ke dalam realitas sosial yang dipentaskan.

Ketua Kawiya Bali I Putu Suryadi mengatakan teater ini menjadi ruang refleksi sekaligus medium kritik sosial berbasis budaya. Menurutnya, mitologi tidak lagi ditempatkan sebagai cerita masa lalu, melainkan resonansi terhadap kondisi Bali hari ini.

Pementasan tersebut juga mendapat apresiasi luas dari kalangan seniman dan akademisi, di antaranya Prof I Wayan Dibia, Ketua Pramusti Bali I Gusti Ngurah Murthana (Rahman), serta penyanyi Trisna STE yang turut hadir menyaksikan pertunjukan secara langsung.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top