Selain fokus melakukan penataan destinasi, pihak desa juga melakukan penguatan sektor pendukung seperti pengelolaan kebersihan lingkungan berbasis sumber, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti kerajinan kain jumputan, ukiran kayu, dan olahan kuliner.
“Bahkan pihak desa juga melakukan pemenuhan fasilitas pendidikan usia dini (TK) untuk membentuk karakter SDM sejak dini,”akunya.
Lewat pola tersebut pihak Desa Bengkel optimistis kolaborasi antara pemerintah desa, adat, akademisi, dan masyarakat dapat membuka peluang kunjungan wisatawan secara berkelanjutan. @gus









