“Satgas ini merupakan perpanjangan tangan kami pihak BKKBN untuk secara langsung turun ke tingkat kabupaten kota dengan fungsi fasilitasi dan koordinasinya. Satgas mewakili BKKBN Membantu Kabupaten Kota untuk menyampaikan indikator yang harus dikerjakan dalam hal ini terkait stunting sesuai dengan RAN PASTI (Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia)” jelas Sarles
Sarles juga mengatakan bahwa walaupun secara pravelensi, Provinsi Bali berada pada posisi terendah di Indonesia namun tetap menghimbau tim untuk tidak lengah dan tetap melaksanakan penguatan
“Khususnya dalam penjaringan calon pengantin ini harus tetap di follow up agar pihak yang bekerjasama dapat menindak lanjuti peraturan desa adat tentang penjaringan calon pengantin hindu selain itu tentunya penguatan pada remaja, ibu hamil dan bayi juga harus terus dipantau melalui pendampingan keluarga oleh Tim pendamping Keluarga” himbaunya
Dalam pertemuan tersebut, Sarles Brabar juga berharap agar Satgas Stunting Provinsi Bali tetap menguatkan koordinasi dengan pimpinan daerah untuk melaporkan perkembangan data stunting dan program kegiatan pendukung lainnya.
“Tentunya koordinasi tetap harus lebih dikuatkan dan juga diharapkan dapat mengawal minilok dan audit kasus stunting karena melihat realisasi anggaran masih sangat rendah sehingga ini perlu lebih dimaksimalkan” pungkasnya. rl










