
DENPASAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Komitmen kuat terus di pegang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting. Hal ini dibuktikan dengan penggelaran rapat koordinasi internal bersama Satuan Tugas (Satgas) Stunting Provinsi Bali membahas evaluasi pelaksanaan percepatan penurunan stunting pada Kamis (27/7/2023).
Koordinator Program Manager Satgas Stunting, dr Made Ayu Witriasih, M.Kes.,Sp.KKLP menyampaikan bahwa berbagai kegiatan telah dilaksanakan di tingkat Kabupaten Kota untuk mendukung percepatan penurunan Stunting di Provinsi Bali salah satunya adalah bersinergi dengan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dalam penguatan penjaringan calon pengantin Hindu.
“Saat ini Provinsi Bali fokus pada persiapan Remaja dan Calon pengantin agar kedepannya tidak menjadi keluarga berisiko stunting atau menghasilkan anak stunting sehingga dengan budaya yang kita miliki perlu adanya kerjasama dengan Majelis Desa Adat (MDA)” jelasnya
Ditambahkan olehnya, dari beberapa kegiatan yang telah berjalan juga terdapat beberapa kendala sehingga melalui rapat ini diharapkan solusi dari seluruh peserta.
“Masih banyak di lapangan kita temukan masyarakat belum paham betul makna dari stunting sehingga ini yang perlu diperhatikan bagaimana kita memperkuat KIE dan sosialisasi kepada masyarakat” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Sarles Brabar, SE., MSi menjelaskan bahwa satuan tugas (satgas) merupakan perpanjangan tangan dari BKKBN dalam menyelenggarakan percepatan penurunan stunting.










