Suiraoka yang juga menjabat Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni tersebut, memperkirakan lebih kurang 30 persen mahasiswanya langsung terserap dalam job fair 2026. Para peserta merupakan mahasiswa yang akan diwisuda bulan depan.
"Dari 700 lebih peserta itu, kan tidak semua bisa langsung kerja. Ada yang melanjutkan ke pendidikan profesi dan ada yang harus mencari STR dulu. Jadi angka 30-40 persen itu sudah sangat besar serapannya jika dihitung dari presentase yang siap kerja," jelas Suiraoka di sela memantau job fair.
Program jemput bola ini, lanjut dia, sangat strategis memangkas waktu tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan. Antusiasme dari mitra juga menandakan bahwa tenaga kesehatan jebolan Poltekkes Kemenkes Denpasar sangat diminati para pengguna.
Suiraoka melanjutkan, creer day tahun ini mengusung tema "Siap Kerja, Siap Berkarya, Siap Bersaing di Dalam dan Luar Negeri". Kalimat itu bukan sekadar slogan. Tema ini merupakan pesan bahwa lulusan Poltekkes Kemenkes Denpasar harus memiliki kesiapan yang utuh: siap secara kompetensi, siap secara mental, siap beradaptasi, serta siap menunjukkan profesionalisme dan integritas di mana pun mereka bekerja.
Ia berpendapat, career day merupakan sebuah tanggung jawab moral institusi kepada lulusan yang dihasilkan. Sehingga pihaknya tidak sekadar menjadi produsen nakes.
Career Day tahun ini juga spesial karena ditandai dengan pelepasan 20 orang mahasiswa Ners magang ke Jepang lewat program internship kolaborasi dengan Bali Japan Internasional College dan Osakafu Shakai Fukushi Jigyoudan (OSJ)/Osaka Social Welfare Corporation.










