Kepastian stok di Bali menjadi sangat krusial mengingat adanya momentum dua hari besar keagamaan yang berdekatan, yakni Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 dan Idulfitri 1447 H. Pemimpin Wilayah BULOG Bali, Muhamad Anwar, menyatakan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari Tim Satgas Pangan hingga pemerintah daerah, guna memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan.
“Dengan stok beras yang kuat dan dukungan pasokan minyak goreng serta kerjasama yang baik dari berbagai sektor, kami memastikan pasokan tetap tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Provinsi Bali,” tegas Muhamad Anwar. Ia juga menambahkan bahwa komoditas sembako lainnya terpantau stabil, dengan harga di lapangan yang relatif terkendali bagi daya beli masyarakat.
Menghadapi situasi yang stabil ini, otoritas pangan mengimbau warga Bali untuk tetap berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan. Pola belanja yang wajar merupakan kunci utama dalam menjaga ekosistem harga tetap stabil di pasar. Masyarakat diminta untuk tidak terpancing isu-isu kelangkaan karena pemerintah menjamin akses pangan tetap terbuka lebar bagi seluruh lapisan warga.
Sebagai langkah jangka panjang, BULOG bersama pemangku kepentingan terkait terus memperkuat rantai distribusi dan penyerapan produksi petani lokal. Melalui berbagai program stabilisasi pangan dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga kedaulatan pangan, baik di tingkat nasional maupun di Bali, demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. (M-001)










