"Beberapa teman kita tidak hadir karena sakit. Juga satu per satu Pejuang KB telah mendahului kita. Mari kita doakan bersama," kata Wardani Rudolf terbata-bata disertai mata sembab saat membaca sambutan.
Wardani Rudolf menjelaskan, JuKen di Provinsi Bali terbentuk tahun 2008. Kala itu, Nofrizal, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Bali mengundang para pensiunan sebagai tindak lanjut pembentukan JuKen yang di tingkat pusat sudah terbentuk delapan tahun sebelumnya atau tahun 2000.
"Barulah selanjutnya, Pak Jero Mangku Ketut Sutjita sebagai kepala perwakilan definitif menyempurnakan JuKen Provinsi Bali," kenangnya.
Ia berharap, kegiatan seperti jambore ini memberikan efek terapi bagi anggota JuKen yang notabene sudah sepuh.
Tak lupa ia meminta kekompakan selama ini harus dijaga bahkan ditingkatkan lagi. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali selaku Penasihat dan Pembina JuKen.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali yang diwakili Desak Nyoman Triarsini mengapresiasi semangat JuKen yang tetap berkobar meski tak muda lagi.
Desak Nyoman Triarsini.
Desak yang saat ini mengemban tugas sebagai Koordinator Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Perwakilan Bali mengaku, sesepuh JuKen adalah senior yang membimbingnya sehingga sampai di titik sekarang ini.
"Terima kasih atas jasa-jasa bapak ibu semua yang membimbing saya saat mulai berkarir di BKKBN. Semoga senantiasa sehat dan bahagia," kata Desak sebelum membuka Jambore JuKen. (Gde)











