DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Meski menjadi program studi (prodi) baru, Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan (MRIL) pada Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPs-Unwar) sudah berhasil menyedot perhatian belasan calon mahasiswa, bahkan ada yang datang dari luar negeri.
Hal ini cukup menarik, mengingat Prodi MRIL baru kali pertama membuka penerimaan mahasiswa baru. SK pendiriannya baru keluar akhir Februari 2020 lalu.
Prodi MRIL ini tergolong langka karena hanya Unwar yang memilikinya di seluruh perguruan tinggi se-Indonesia Timur. Sementara pangsa pasarnya sangat besar. Sebagai contoh, alumni Fakultas Teknik (FT) Unwar saja menembus angka 2000 orang lebih.
Perkuliahan pada prodi strata dua yang menawarkan konsentrasi Rekayasa Infrastruktur dan Perencanaan Kawasan ini pun dirancang sangat fleksibel, sehingga tidak menggangu aktivitas mahasiswa yang telah bekerja dan tidak terbatas jarak kediaman dengan kampus.
"Kami sudah rancang Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan porsi 40 persen dalam jaringan (online), 40 perse tatap muka dan 20 persen untuk studio (lapangan)," kata Kaprodi MRIL Unwar Dr. Ir. Putu Ika Wahyuni, ST., MSi., MT, kemarin (16/6/2020) di Denpasar. Jadwal perkuliahanannya pun dipilih saat akhir pekan. Ika- sapaan akrabnya- menjamin mahasiswa tetap bisa menyerap materi dari dosen secara maksimal lewat RPS yang ditetapkan.
Dengan kompetensi pengajar berkualifikasi guru besar, belasan doktor serta para praktisi di bidang teknik arsitektur, sipil dan planologi, MRIL PPs-Unwar siap menggembleng mahasiswa berpikir kritis dan kreatif melalui pemberian materi metode penulisan dalam jurnal-jurnal ilmiah sehingga bisa menuangkan ide-idenha ke masyarakat.










