Jadi Kurir Narkotika Demi Rp 50 Ribu, Pria Asal Lumajang Terancam Hukuman Mati

Sebelum ditangkap, terdakwa di hari yang sama mendapat perintah dari OM JAK untuk mengambil barang berupa sabu di tempat Mie Kober Jalan Ahmad yani Utara No. 462 banjar Peguyangan, Denpasar Utara.

 Save as PDF

Ilustrasi

DENPASAR-Fajarbali.com|Pria asal Lumajang, Jawa Timur bernama Rafli Rangga Mahendra benar-benar kurang beruntung. Pasalnya hanya demi uang Rp 50 ribu, dia yang berprofesi sebagai sopir itu rela menjadi kurir sabu dan ekstasi hingga harus menghadapi persidangan dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Terdakwa Rafli terancam hukuman mati karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusti Lanang Suyadnyana menjeratnya dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU Narkotika. Dalam dakwaan yang dibacakan di muka sidang terungkap bahwa terdakwa menjadi kurir karena mendapat upah Rp 50 ribu dalam sekali tempel.

Baca Juga : Warga Jepang Divonis Dibawah Ancaman Hukuman Minimal, Jaksa Ajukan Banding

Baca Juga : Lagi, Warga Asing Divonis Ringan, Divonis Dibawah Hukuman Minimal

“Terdakwa diduga melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli menjadi perantara dalam jual beli narkotika dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya lebih dari 5 gram,” jelas jaksa dalam surat dakwaannya yang dibacakan dalam sidang, Kamis (1/12/2022).

Dalam dakwaan dijelaskan pula, bahwa terdakwa ditangkap polisi pada tanggal 4 September 2022 sekira pukul 20.30 WITA di Parkiran Mie Kober Jalan Ahmad yani Utara No. 462 banjar Peguyangan, Denpasar Utara.

Baca Juga : Sita Ganja 6 Kg, Dua Pengedar Narkoba Dijerat Hukuman Mati

Baca Juga : Kejari Badung Hentikan Penuntutan Kasus Pencurian Melalui RJ

Sebelum ditangkap, terdakwa di hari yang sama mendapat perintah dari OM JAK untuk mengambil barang berupa sabu di tempat Mie Kober Jalan Ahmad yani Utara No. 462 banjar Peguyangan, Denpasar Utara. Usai mengambil sabu itu, terdakwa lalu menuju parkiran  Mie Kober untuk menunggu ojek.

Pada saat menunggu ojek, tiba tiba terdakwa didatangi oleh empat orang yang ternyata adalah anggota polisi. “Usai menunjukkan surat penangkapan, petugas langsung menggeledah terdakwa dan ditemukan satu buah plastik klip yang disapanya terdapat sabu,” sebut JPU.

Baca Juga : Dua Terdakwa Kasus Korupsi di LPD Serangan Dituntut Jaksa

Baca Juga : Terdakwa Korupsi KUR Bank BUMN di Badung Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Kemudian polisi membawa terdakwa kos terdakwa yang beralamat di Jln Dewi Gg café, Br. Temacun, Ds/kel. Seminyak, Kec. Kuta, Kab. Badung. Di tempat tinggal terdakwa polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua plastik klip yang dalamnya berisikan 114 narkotika yang diduga ekstasi.

Baca Juga : Terbukti Pemakai Narkoba, Oknum Dokter Gigi Divonis Setahun

Di kamar kos terdakwa ini polisi juga mengamankan timbangan elektrik dan juga satu bal plastik klip kosong. Kepada petugas terdakwa mengaku bahwa narkotika jenis ekstasi itu adalah milik OM JAK. Terdakwa hanya bertugas untuk menempel dan mendapat upah Rp 50 ribu sekali tempel.

Sementara barang bukti sabu yang ada pada terdakwa yang juga disebut milik OM JAK itu setelah ditimbang beratnya mencapai 99,83 gram netto atau  101,01 gram brutto. Serangan 114 butir ekstasi tersebut setelah ditimbang beratnya adalah 54,21 gram netto  atau 55,37. W-007

 Save as PDF

Next Post

Sepekan Ops Zebra, Polres Buleleng, Gianyar dan Tabanan Tertinggi Kasus Lakalantas

Kam Des 1 , 2022
Mengalami Peningkatan Tajam Tahun 2022
IMG_20221201_213053-c22ca9c0

Berita Lainnya