DENPASAR-fajarbali.com|Ancaman tim kuasa hukum Budiman Tiang dari dari kantor hukum Berdikari Law Office yang diketuai oleh Gede Pasek Suardika (GPS), untuk menggugat Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.IK., M.Si dan Kombes Pol. Rachmat Hendrawan, S.IK., akhirnya terbukti.
Tapi ada yang menarik dalam perkara gugatan ini. Yang mana tim kuasa hukum penggugat mempersoalkan kehadiran kuasa hukum tergugat yang diwakili dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda Bali.
Menurut GPS, kehadiran Bidkum Polda Bali untuk mewakili tergugat dirasa kurang pas. Hal ini lantaran gugatan ditujukan kepada oknum pribadi, bukan kapasita tergugat yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Bali serta Dasar Brimob.
“Yang kami gugat adalah pribadi, yakni Irjen Pol. Daniel Adityajaya dan Kombes Pol. Rachmat Hendrawan secara individu bukan sebagai jabatan yang tergugat emban. Jadi kehadiran Bidkum Polda tidak pas karena mereka tidak memiliki Berita Acara Sumpah (BAS) sebagai advokat,” tegas GPS saat ditemui usai sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (15/9/2025).
GPS juga menegaskan bahwa tim hukum tetap membuka ruang jika kuasa hukum resmi dari pihak tergugat hadir dalam kapasitas advokat yang memiliki kartu anggota dan BAS sebagaimana ketentuan profesi.
Sebagai perbandingan, GPS menyinggung kasus terbaru gugatan terhadap Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka di PN Jakarta Pusat.
Dalam perkara tersebut, Jaksa Pengacara Negara (JPN) sempat hadir sebagai kuasa hukum, namun ditolak oleh penggugat lantaran gugatan ditujukan kepada pribadi, bukan jabatan. Akibatnya, sidang pun ditunda.










