Disinggung terkait dengan ritual tahun ini yang dilaksanakan seperti upacara tahun 1919, Jero Gede Batur Duhuran mengatakan intinya terletak pada kurban pakelem di Danau Batur. Menurut Rajapurana Pura Ulun Danu Batur, pakelem di Danau Batur menggunakan 3 ekor kerbau dan seekor babi hitam. Data itu pun dikuatkan dengan penemuan arsip berangka tahun 1919 yang menjelaskan secara detail penggunaan 3 ekor kerbau dan seekor babi hitam pada pelaksanaan pakelem.
“Jadi totalnya kami menggunakan 10 ekor kerbau untuk tahun ini. Itu termasuk pakelem di Pucak Gunung Batur, sebagai lantaran, tawur, pakelem di segara, paselang,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan jadwal upacara dijelaskan bahwa beberapa rangkaian upacara telah dilaksanakan. Adapun rangkaian upacara telah dimulai pada 2 September 2023 lalu yang dimulai dari Nyukat Genah Karya, kemudian ngaturang Pakeling Karya pada 6 September 2023, Nanceb Rompok pada 8 September 2023, dan Nunas Beras Catur pada 11 September 2023.
Selanjutnya pada 14 September akan dilaksanakan upacara Netegang, Ngingsah, Makarya Sanganan Suci, Nanceb Sunari, Mapangalang, dan Ngeker Dewasa. Pada 8 Oktober 2023 upacara dilanjutkan dengan Nuur Tirta Pakuluh.
Tanggal 11 Oktober 2023, pralingga Ida Bhatari/Bhatara akan diturunkan dari payogan-nya dan dilanjutkan dengan melasti ke Segara Watuklotok dan menuju tempat upacara di Pura Segara Ulun Danu Batur-Pura Jati. Keesokan harinya pada 12 Oktober 2023 dilaksanakan upacara Ngadegang Bagia Pulakerti. Tanggal 13 Oktober 2023 dilaksanakan Pepada Wewalungan dan Ngolah Wewalungan, serta Memben.










