Selain itu, lanjutnya, meskipun secara nasional terdapat indikator yang telah tercapai dan mendekati target tahun 2024, tetapi jika dibedah per provinsi dan kabupaten/kota masih terjadi disparitas yang cukup besar antar daerah.
Untuk mewujudkan indikator dalam renstra (rencana strategis,red) Kedeputian KBKR ditugaskan untukmeningkatkan mCPR, menurunkan ASFR 15 -19 tahun, meningkatkan jumlah dan persentase Faskes yang melayani KB MKJP, meningkatkan indeks informasi metode KB (Method Information Index/MII), meningkatkan persentase kesertaan KB di wilayah khusus 100 Kabupaten/Kota di 12 Provinsi dengan kesertaan KB rendah, meningkatkan kesertaan KB pria, meningkatkan pendampingan kepada ibu hamil dan ibu paska persalinan, meningkatkan jumlah dan persentase pelayanan KB pasca persalinan (PP), menurunkan persentase kehamilan tidak diinginkan (KTD).
Pihaknya juga menjaga dan berupaya menurunkan unmet need dan terus berupaya dan mendorong provinsi terutama yang indicator capaiannya masih jauh dari target untuk menyusun strategi khusus dan melakukan percepatan dalam implementasinya. (gde)










