Ini Empat Prorgam Prioritas BKKBN 2024

b8c307d6-fbc4-41ae-9e83-7e76bf1b6b82

“Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa ibu hamil mendapatkan perawatan kesehatan prenatal yang memadai, termasuk pemantauan status gizi dan pendidikan gizi, serta menghindari kehamilan yang terlalu sering atau terlalu dekat antara satu dengan yang lain,” imbuh Hasto.

Oleh karena itu, ia menilai program KB yang tepat dapat membantu dalam merencanakan keluarga sehingga memberikan jeda yang cukup antara kehamilan, memungkinkan ibu untuk pulih sepenuhnya. “Program KB yang tepat juga dapat memastikan bahwa bayi mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya yang optimal. Disinilah, KB pascapersalinan dalam 42 setelah melahirkan memegang peranan penting dalam pencegahan stunting,” tegasnya.

Ketua Panitia Pertemuan Penyelarasan Program KBKR, Marianus Mau Kuru, mengatakan bahwa pada tahun 2024 ada sejumlah target indikator yang telah dipasang pihaknya. Target indikator tersebut meliputi penurunan TFR menjadi 2,1 anak per WUS, meningkatkan mCPR menjadi 63,41 persen, menurunkan unmet need menjadi 7,40 persen, menurunkan ASFR 15–19 tahun menjadi 18 per 1000, meningkatkan iBangga menjadi 61,00, meningkatkan median usia kawin pertama menjadi 22,1 tahun, dan melakukan percepatan penurunan stunting menjadi 14 persen.

“Jika kita menoleh pada capaian tahun 2023 dapat memberikan gambaran kepada kita bahwa TFR berada pada 2,14 anak per WUS; mCPR 60,4 persen; unmet need 11,5 persen; ASFR 15–19 tahun 19,7 per 1000; iBangga 61,43, median usia kawin pertama 22,3 tahun; sedangkan prevalensi stunting sesuai data SSGI tahun 2022 masih berada pada 21,6 persen. Data tersebut memberikan gambaran bahwa terdapat indikator tertentu yang masih jauh untuk dicapai pada tahun 2024,” katanya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top