Kemudian, elaksanakan penelitian berkelanjutan di bidang keperawatan anestesi, yang unggul dan berdampak pada peningkatan pelayanan keperawatan anestesi, khususnya anestesi gangguan kardiovaskular, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berbasis riset dengan keunggulan pelayanan keperawatan anestesi, khususnya anestesi gangguan kardiovaskular dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Lalu, melaksanakan kerja sama strategis di tingkat regional, nasional, dan internasional untuk memperkuat Tridharma perguruan tinggi, serta menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan berkelanjutan di bidang keperawatan anestesi, khususnya pelayanan keperawatan anestesi gangguan kardiovaskular untuk mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang profesional, unggul, dan kompetitif di tingkat global.
Kembali soal prosek lulusan, ia mengajak calon mahasiswa untuk tidak ragu memilih jurusan ini. Sebab, kebutuhan dan kekurangan
"Indonesia kekurangan banyak penata anestesi. Satu survei menunjukkan hanya 0,42% dari total 582.023 perawat di Indonesia yang bekerja di pelayanan anestesi, sementara kebutuhan idealnya adalah 28.395 penata anestesi. Jadi sampai 30 tahun ke depan masih besar peluang ini," pungkasnya.










