DENPASAR-fajarbali.com | Kebutuhan penata anestesi di Indonesia sangat tinggi, dengan kekurangan yang signifikan karena jumlah yang ada belum memenuhi permintaan dari sekitar 3.000 rumah sakit.
Saat ini, diperkirakan terdapat kekurangan lebih dari 18.000 tenaga penata anestesi, dan masalah ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga beberapa dekade ke depan.
Untuk mengatasi kekurangan ini, pemerintah mewajibkan pendidikan formal dan beberapa perguruan tinggi telah membuka program studi D4 Keperawatan Anestesiologi.
Salah satu perguruan tinggi di Bali yang mengelola Program Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, adalah Insitut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali. Perguruan tinggi ini sudah terakreditasi Unggul.
Kaprodi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Kesehatan, ITEKES Bali, dr. I Gde Agus Shuarsedana Putra, SpAn., menjelaskan, program studi ini menyiapkan mahasiswa untuk menjadi penata anestesi profesional yang berperan penting dalam pelayanan perioperatif anestes.
Mulai dari pra-anestesi, intra-anestesi, hingga pasca-anestesi selain itu pelayanan manajemen nyeri, kegawatdaruratan dan bencana serta perawatan intensive terkhusus penanganan airway - breathing – circulation dengan mengutamakan patient safety dengan keunggulan.
"Kami berkomitmen menghasilkan lulusan Penata Anestesi yang berkarakter, berdaya saing global, dan unggul dalam pelayanan keperawatan anestesi, khususnya anestesi gangguan kardiovaskular yang berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat tahun 2034," ujar dr. Agus.










