Mengapa IAF penting? Pahala Mansury dalam kesempatan tersebut menjelaskan ada empat hal yang menjadi perhatian.
Pertama, melalui IAF Indonesia menyerukan soliditas Global South untuk menjadi penggerak perubahan. “Kita tahu, kondisi global saat ini semakin mengkhawatirkan. Ini mengakibatkan perekonomian global menjadi tidak menentu. Dan negara berkembang, negara-negara dari Global South, adalah yang paling terkena dampaknya. Oleh karena itu, negara-negara Global South harus memiliki semangat yang sama untuk menjadi bagian penting dari perubahan dan menjadi bagian dari solusi melalui kemitraan dan kerja sama yang lebih solid,” ucapnya.
“Kita bersyukur, selama pertemuan yang dipimpin oleh Presiden tadi pagi dan kemudian dilanjutkan oleh Pak Menteri Bappenas, keinginan memperkuat kerjasama selatan-selatan sangat jelas. Dan Spirit Bandung dijadikan kompas yang digunakan untuk menavigasi kerjasama selatan-selatan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Pahala Mansury mengatakan, Presiden RI di dalam pembukaan sesi Leaders juga menyampaikan untuk menjadi bagian dari solusi masalah global, Indonesia berkomitmen untuk terus memerankan bridge builder, sebagai jembatan antara perbedaan-perbedaan. Dan juga menjadi jembatan dalam membela kepentingan Global South, serta terus memperjuangkan kesetaraan, keadilan bagi negara-negara berkembang. “Saatnya suara dan kepentingan Global South didengarkan, dan hak Global South atas pembangunan harus dihormati,” katanya.
Kedua, terus mengobarkan Spirit Bandung. Kedekatan historis dengan negara-negara Afrika harus terus dijaga, dan Semangat Bandung perlu terus dikobarkan. “Pada 2013, Uni Afrika telah mencanangkan “Africa Agenda 2063", yang memuat peta jalan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkesinambungan bagi negara-negara Afrika untuk 50 tahun ke depan. Jadi, dicanangkan 2013, untuk 50 tahun ke depan dan akan dicapai pada 2063,” ungkap Pahala Mansury.










