Implementasi Visi Unggul dan Mendunia, Poltekkes Kemenkes Denpasar Perluas Kerja Sama dengan Jepang

IMG-20260917-WA0032-1
Sesdirjen SDMK Kemenkes RI Albertus Yudha Poerwadi (5 dari kiri), didampingi Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Erika Yulita Ichwan, dan mitra dari Jepang menunjukkan Naskah MoU, Kamis (17/9/2026). foto: fb/gde

DENPASAR-fajarbali.com | Poltekkes Kemenkes Denpasar mendapatkan kehormatan sebagai "venue" penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes RI dengan Osaka Social Welfare Corporation (OSJ) serta PT Dipta Widya Saraswati, dirangkai kegiatan Fasilitasi Program Internship serta Pembinaan Pegawai di internal insitusi, Kamis (17/9/2026).

Penandatanganan dilakukan Sekretaris Direktur Jenderal (Sesdirjen) SDMK Kemenkes RI Albertus Yudha Poerwadi, SE, M.SI.,CA., CPMA, CPIA., bersama pimpinan Osaka Social Welfare Corporation, Gakushin, Osaka Welfare Corporation for Persons with Disabilities, Dandelion, Yokohama Welfare Service Association, Tokyo Metropolitan Social Welfare Corporation, Aomori Prefectural Health and Welfare Corporation, serta PT Dipta Widya Saraswati (Bali Japan International College).

Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr. Erika Yulita Ichwan, SST., M.Keb., menyebut agenda ini merupakan momen istimewa yang akan menjadi tonggak sejarah baru.

Erika Ichwan menambahkan, kerja sama ini merupakan langkah strategis yang sangat selaras dengan visi Poltekkes Kemenkes Denpasar untuk mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan berdaya saing global. 

"Program internship ini akan membuka akses yang luas bagi lulusan kita untuk mendapatkan pengalaman langsung, mengasah kompetensi berstandar internasional, serta mempelajari etos kerja profesional, khususnya di negara Jepang. Saya yakin, ini akan menjadi nilai tambah yang sangat berharga bagi peningkatan mutu SDM kesehatan kita," jelas Erika Ichwan.

Selama ini, lanjut Erika Ichwan, pihaknya secara rutin mengirimkan mahasiswa magang ke Jepang lewat Program Intership. Agustus lalu, Poltekkes Kemenkes Denpasar mengirimkan 20 mahasiswanya. 

"Programmnya magang ya, selama satu semester bagi mahasiswa semester akhir profesi. Ke depan kita tingkatkan lagi untuk penempatan kerjanya. Selain Jepang tentu banyak negara maju lainnya yang kita jajaki," ujarnya. 

BACA JUGA:  Warmadewa International Conference of Economy ke-4, Kupas Ekonomi Hijau Hadirkan Pakar dari Luar Negeri

Terkait agenda Pembinaan Pegawai oleh Sesdirjen SDMK, ia menyambut baik karena memberikan arahan strategis, motivasi, serta penguatan komitmen bagi keluarga besar Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang lebih adaptif dan inovatif.  

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh jajaran pegawai untuk menyimak dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung dua hari tersebut. "Mari kita jadikan arahan dan pembinaan ini sebagai pijakan untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja institusi kebanggaan kita," imbaunya. 

Sementara itu, Albertus Yudha Poerwadi menjelaskan, tren angka harapan hidup di berbagai negara khususnya Jepang dan Korea mengalami peningkatan, di atas 83 tahun. Fenomena itu menyebabkan kebutuhan caregiver juga meningkat. Sehingga menjadi potensi bagi negara lain termasuk Indonesia untuk menggarap pasar tersebut. 

"Angka harapan hidup Jepang dan Korea misalnya itu di atas 83 tahun. Jadi mereka butuh pendamping. Buruh nakes caregiver, bukan karena mereka sakit ya. Nah inilah potensi besar yang dilirik banyak negara termasuk Indonesia," jelas Albertus.

Albertus berpendapat, tenaga kesehatan (nakes) jebolan Poltekkes Kemenkes, tidak diragukan lagi kualitasnya. Ini terbukti dari banyaknya alumni Poltekkes Kemenkes telah berkarir di luar negeri. 

Menurutnya, kompetensi di bidang kesehatan wajib dibarengi disiplin tinggi. Tentunya di negara-negara maju, disiplin merupakan kunci agar bisa diterima dengan baik. Meski demikian, para lulusan Poltekkes Kemenkes juga diharapkan mengisi ruang-ruang kebutuhan di dalam negeri. 

Selagi masih muda, alangkah baiknya menurut dia, menimba pengalaman profesional di luar negeri kemudian diimplementasikan di tanah kelahiran setelah kembali. 

Tantangan memenuhi pasar luar negeri, justru kadang terhambat izin orang tua. Hal ini sangat umum ditemukan di Indonesia. "Biasanya orang tua enggak rela anaknya jauh. Sehingga tantangannya kadang di rumah sendiri. Nah, kami ingin para alumni yang berpengalaman di luar, memberikan motivasi adik-adik mahasiswa," harapnya. 

BACA JUGA:  Kelompok VI KAT UNR Dorong Pengembangan Industri Minyak Kelapa Tradisional

Lebih lanjut, kata Albertus, Jepang dan Indonesia memiliki ikatan kerja sama yang panjang. Kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan ini, menambah erat ikatan dua negara.

Berdasarkan data 2022-2026, sebanyak 1.308 lulusan Poltekkes Kemenkes telah bekerja di 17 negara. Jepang mendominasi dengan jumlah 677 orang. Sedangkan Amerika Serikat hanya 3 orang. Poltekkes Kemenkes Denpasar siap membangun "jembatan" yang lebih panjang dan luas bagi lulusannya melalui berbagai gebrakan. [gde]

 

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top