IKIP PGRI Bali Bagikan Ribuan Masker Rektor Tak Segan Tegur Warga yang Bandel

Terkait pembelajaran dalam jaringan (online) selama masa darurat pandemi Covid-19, Suarta mengaku berjalan normal dan tidak ditemukan kendala. Pihaknya sedang merancang metode-metode pembelajaran online untuk mengganti sejumlah mata kuliah praktik lapangan. Jika pandemi ini berkepanjangan, praktik mengajar untuk mahasiswa di sekolah bisa ditunda sementara waktu, tanpa menghilangkan hak mahasiswa lulus tepat waktu.

Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali IGB Arthanegra menambahkan, sisa masker diserahkan kepada Lurah Tonja. Arthanegra berharap langkah kecil yang dilakukan IKIP PGRI Bali bisa memberi manfaat besar. "Saat ini menggunakan masker adalah langkah termudah menghindari paparan virus corona," katanya.

Bagi dunia pendidikan, lanjut Arthanegra, hikmah dari wabah ini secara tidak langsung memaksa civitas akademika menguasai teknologi informasi, termasuk para dosen yang berusia lanjut. Ia sendiri percaya pemerintah telah melakukan langkah terbaik untuk melindungi segenap warga negara dari ancaman virus mematikan yang menyerang pernafasan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Tonja Ade Indahsari Putri sangat mengapresiasi langkah IKIP PGRI Bali. Apalagi sebagai kampus pencetak guru, IKIP PGRI Bali sudah memberikan contoh yang baik kepada masyarakat terutama membangun kedisiplinan.


Ade mengaku Kelurahan Tonja melalui Satgas Gotong-royong setempat, sepakat memperketat lalulintas warga yang melintas di pintu-pintu masuk wilayahnya. Bagi warga yang tidak menggunakan masker, dilarang melintas dan diminta kembali ke rumahnya. Langkah ini, kata dia, sangat tepat diterapkan agar corona tidak meluas. (Gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top