Erick EST mengungkapkan pengalamannya dalam merampungkan video klip ini. “Proses editing video klip Hyena ini tidak mudah. Dibutuhkan ketelitian dan kesabaran untuk mengedit agar latar hijau yang ada di belakang Pohon Tua itu tidak terlihat, sehingga yang tertinggal hanya cat yang dicipratkan ke tubuh Pohon Tua saja,” terang Erick EST.
Menariknya, kolaborasi ini pada kenyataannya sama sekali bukan semata-mata dilahirkan untuk memuaskan ego masing-masing orang yang terlibat di dalamnya, melainkan memasuki ranah yang lebih jauh, yaitu kemanusiaan. Betapa tidak, lima karya lukis Made Bayak yang dihasilkan dari kolaborasi ini akan dilelang bekerjasama dengan Kawan Baik, yang hasil keseluruhannya akan disumbangkan sebagai tiga sumber pendanaan, yaitu program membangun kembali Sekolah Mbinu Dita Sumba Timur yang roboh karena badai, program #ApiRumahSanur dan program Covid-19 Community Care Chapter 3 #KawanBaikBerbagi, dengan alokasi 600 paket sembako (400 paket di Bali dan 200 paket di Sumba Timur).
Untuk mengakomodir karya lukis Made Bayak ini masuk dalam pelelangan, karya-karya tersebut telah ditata apik di Rumah Sanur sebagai bagian dari pameran selama lima hari pada 19-23 Juni 2020. Pohon Tua, motorik kolaborasi ini memaparkan perencanaan jadwal dalam rilis video klip ini.
“Sejatinya acara rilis video Hyena ini sudah kami jadwalkan April Lalu di Rumah Sanur dan terpaksa kami tunda mengingat adanya wabah Covid-19. Sehingga acara ini, kini kami alihkan melalui streaming online,” paparnya. (dar).










