“Banyak orang bilang, ngapain bekerja keras setelah kita pensiun juga tidak ada penghargaannya. Saya coba mematahkan itu, caranya dengan memberikan reward dan tunjangan kesehatan purnatugas,” ujarnya.
Pemberian reward kenaikan jabatan fungsional dan reward studi S3, lanjut dia, menjadi bagian dari upaya untuk memelihara orang-orang produktif di lembaga ini. “Untuk melahirkan, kami sedang menyusun, kami akan berdiskusi dengan Undiknas bagaimana cara merekrut dosen dan karyawan yang berdimensi internasionalisasi dan humanity,” kata ESG.

Ir. I Gusti Ngurah Nyoman Wismantara, M.T, dosen yang menerima reward pensiunan, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian Perdiknas Denpasar. Dosen Teknik yang mengabdi menjadi dosen sejak tahun 1987 silam, menyaksikan bagaimana pesatnya perkembangan Undiknas. “Perhatian dan motivasi dari Yayasan pun besar sekali,” kata pria asal Buleleng itu.
Salah satu penerima reward S3, Dr. Desak Made Febri Purnama Sari, SE, MM, mengungkapkan sangat berbangga dan sangat bersemangat atas pencapaian studinya yang mendapat apresiasi dari Ketua Perdiknas. Desak baru saja lulus doktor bidang ilmu manajemen di Universitas Udayana dengan masa studi 3,5 tahun.
“Harapan kami kepada Perdiknas selalu memberikan naungan kepada kami para dosen untuk terus berprestasi dan terus melakukan pengembangan diri. Terima kasih Perdiknas Denpasar,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu penerima reward jabatan akademik adalah Dr. Kadek Januarsa Adi Sudharma, SH, MH. Kurang dari 10 tahun berkarir sebagai dosen di Undiknas, ia kini mendapat kenaikan jabatan fungsional lektor kepala.










