Selain itu, lanjut Eddy Gorda, Dies Natalis Undiknas ke-57 menjadi tonggak untuk mempersiapkan generasi ke tiga. Hal ini menjadi tantangan bagi Undiknas, untuk menjawab survey penelitian yang menyebutkan bahwa family business generasi ke tiga tinggal 10 persen.
“Angka 57 tahun ini kaki kita sedang berada di dua tempat, yaitu generasi ke dua dan akan mempersiapkan generasi ke tiga. Penelitan yang menyebutkan bahwa family business generasi ke tiga tinggal 10 persen, tentu menjadi tantangan bagi kita. Apakah angka 57 itu sudah kita persiapkan generasi ke tiga Undiknas untuk siap melangkah, minimal seperti yang kita lakukan di generasi ke dua,” ujarnya.
Undiknas juga mencatatkan berbagai capaian kelembagaan, antara lain:
Akreditasi UNGGUL dari LAMSPAK untuk Program Studi Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi (sarjana), menjadi satu-satunya di Bali.
Penghargaan Bronze Winner – Pengelolaan Media Sosial Terbaik dan Berdampak pada Anugerah Diktisaintek 2025.
Penghargaan Silver Winner – Kerja Sama Internasional Terbaik dan Berdampak antar perguruan tinggi swasta se-Indonesia.
Dengan capaian tersebut, Undiknas siap membuka International Undergraduate Program (IUP) untuk Program Studi Ilmu Komunikasi dengan keunggulan Digital Preneur Communication. Dalam penutup laporannya, Rektor berpesan agar para lulusan menjadikan gelar akademik sebagai titik awal kontribusi yang lebih luas.
Pada usia ke-57 tahun, Undiknas juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas, serta memperluas dampak pendidikan tinggi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.










