Undiknas Lepas Lulusan Berwawasan Global

Adaptif dengan dunia kerja, usaha dan industri

(Last Updated On: )

FOTO: Rektor Undiknas Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN. Eng., melepas lulusan dalam upacara wisuda ke-92, Rabu (28/6/2023).

 

MANGUPURA – fajarbali.com | Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar melepas 245 lulusan dari program Sarjana dan Magister dalam Upacara Wisuda ke-92, bertempat di The Westin Resort, Nusa Dua, Rabu (28/6/2023). Semua lulusan telah dibekali ilmu dan wawasan global sehingga adaptif dengan dunia kerja, usaha dan industri.

Wawasan global terbentuk dari atmosfer internasionalisasi di perguruan tinggi dengan nama beken Undiknas University ini. Yang mana  jumlah mahasiswa asing yang belajar di Undiknas semakin meningkat.

Hasil ini merupakan imbas dari kerja sama aktif Undiknas University dengan berbagai perguruan tinggi di Jerman, Australia, UK, Turki, Malaysia, dan perguruan tinggi terkemuka lainnya di ASIA lainnya. Demikian diungkapkan Rektor Undiknas Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN. Eng., dalam upacara wisuda ke-92.

Undiknas University, kata rektor, memfasilitasi mahasiswa asing untuk belajar melalui E-campus Program. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa asing yang ingin menempuh dan belajar di Undiknas, diberikan pilihan untuk belajar secara luring dan merasakan atmosfer pendidikan di Bali, sembari berwisata ataupun belajar secara daring melalui Learning Management System (LMS) Undiknas.

Undiknas, lanjut dia, membuka program short course, full degree, students’ exchange, colombo plan, dan program kegiatan Internasionalisasi lainnya untuk mahasiswa asing, menempuh studi di Undiknas.

“Hal ini semakin memantapkan komitmen Undiknas untuk menjadi bagian dari World Class University (WCU) dan peningkatan prosentase indikator International Faculty pada QS World University Ranking, secara bertahap, langkah demi langkah, Undiknas dapat memenuhi indikator capaian ranking tersebut,” ujarnya.

Rektor melanjutkan, internasionalisasi dipandang sebagai sebuah proses meningkatkan hubungan internasional dan menciptakan suatu hubungan intensif untuk mencapai tujuan masing-masing. Dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, internasionalisasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari.

Kemajuan teknologi yang semakin mendorong digitalisasi pembelajaran secara cepat, membuat seluruh komponen pada lembaga pendidikan hendaknya berpacu untuk mengantisipasi dan memutuskan strategi guna menghadapi cepatnya arus internasionalisasi.

“Inovasi dan pengembangan sistem pendidikan, bertujuan untuk mencapai target-target pada indikator QS World University Ranking, dan berharap perguruan tinggi dapat dilirik, dipertimbangkan dan menjadi minat bagi mahasiswa asing untuk datang dan belajar di kampus yang dituju,” ujar rektor.

Sementara itu Bendahara Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Ketut Gede Sri Divya Tuvoli Amararaja megucapkan selamat kepada para wisudawan, yang telah siap menjadi masyarakat global, yang berdaya saing, adaptif dan responsif terhadap tantangan di era digitalisasi.

“Semua kompetensi dan skill yang didapatkam di Undiknas, akan berguna di dunia kerja saudara-saudara nantinya, jadilah versi terbaik dalam bidang yang ditekuni,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, pihak yayasan (Perdiknas) selalu memberikan dukungan dalam pembangunan sarana dan prasarana untuk kemajuan Undiknas. “Semoga Undiknas dapat menjadi bagian dari world class university,” pungkasnya.

Pada wisuda tersebut, lulusan terbaik dari Prodi Sarjana Manajemen diraih Ni Putu Riska Febriyanti dengan IPK 3,9 . Prodi Akuntansi diraih Ni Putu Fiona Adys Citradewi dengan IPK 3,93, Prodi Ilmu Administrasi Negara diraih Yohanta D. Jemaruk dengan IPK 3,9.

Dari Prodi Ilmu Kominikasi diraih oleh Rizky Alfian Satria Sandhy dengan IPK 3,96. Prodi Ilmu Hukum diraih Kholifah Purnami Agustina dengan IPK 3,91.

Prodi Teknik Sipil diraih Diyah Ayu Lestari dengan IPK 3,65. Prodi Teknik Elektro diraih Nyoman Wiriatama dengan IPK 3,63. Prodi Teknologi Informasi diraih Natalia Victoy Ariwibowo dengan 3,95.

Untuk Prodi Magister Manajemen, lulusan terbaik diraih oleh dr. I Gede Ariguna Wijaya dengan IPK 3,98. Prodi Magister Administrasi Publik, I Kadek Rian Prayana dengan IPK sempurna, 4.00, serta Prodi Magister Hukum diraih Ni Lih Gede Purnamawati dengan IPK 4.00. (Gde)

Next Post

Unud Gelar Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik

Kam Jun 29 , 2023
Hadirkan Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia
Keterbukaan

Berita Lainnya