Hari Jadi 31 Tahun Dirangkai Wisuda ke-61, Singapura Rekrut 50 Nakes Lulusan ITEKES Bali

IMG-20260315-WA0008
Rektor ITEKES Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D, menerima ucapan selamat dari Kepala LLDIKTI VIII Dr. Ir. IGL Bagus Eratodi, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng., disaksikan Ketua YPPLPK Bali Drs. IB Arka.

DENPASAR-fajarbali.com | Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali merayakan puncak ulang tahun atau dies natalis ke-31 dirangkai prosesi Wisuda ke-61 bertempat di Convention Hall, ITEKES Bali Jl. Tukad Balian No. 180, Denpasar, Sabtu (14/3/2026).

Rektor ITEKES Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D., menjelaskan, tema dies ke 31 tahun ini mengusung tema "Tumbuh Berkarya untuk Generasi Unggul dan Berdampak" sejalan dengan tagar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.

Rangkaian dies natalis tahun ini telah berlangsung sejak Februari 2026 dengan berbagai mata lomba yang mengasah kreativitas serta inovasi mahasiswa.

Rektor merasa bangga karena ITEKES Bali tumbuh berkembang mengikuti proses. Tahapan perubahan bentuk hingga capaian akreditasi Unggul telah diraih seiring makin matangnya usia. Saat ini dan ke depan, ITEKES Bali fokus memberikan dampak positif bagi derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Tentunya sejalan dengan tagar Kemendiktisaintek, kami terus berupaya memberikan dampak bahkan hingga level internasional," kata Darma Suyasa.

Salah satu indikator dampak internasional tersebut, stakeholder dari Singapura siap merekrut 50 tenaga kesehatan (nakes) khususnya perawat lulusan ITEKES Bali.

Ketertarikan rekanan di Singapura terhadap lulusannya, menambah daftar negara maju yang menjadi tujuan tempat berkarir alumni ITEKES Bali. Diketahui, berkarir di Singapura menjadi batu loncatan karir ke Amerika Serikat.

Terkait Wisuda ke-61, Rektor Darma Suyasa mengungkapkan, diikuti oleh 181 wisudawan-wisudawati, terdiri dari:
Sarjana Keperawatan: 132 orang, Sarjana Kebidanan RPL: 41 orang, Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi: 2 orang, Pendidikan Profesi Ners: 6 orang. Dengan demikian total alumni ITEKES Bali berjumlah 9. 125 orang.

Berikut tiga besar lulusan terbaik Sarjana Keperawatan: Ni Wayan Indah Puspita Sari, Anak Agung Istri Dian Indriyani dan Angelina Berlianti Nakatah. Ketiganya mendulang IPK sempurna, 4.00.

BACA JUGA:  UPT Bahasa Unud Uji Calon Pegawai Non ASN RSUD Sanjiwani Gianyar

Sedangkan Sarjana Kebidanan RPL, lulusan terbaik I diraih Ni Luh Putu Putri Sagitarini (IPK 3,93) disusul Ni Putu Ina Parmayani (IPK 3,91) serta Ade Sri Wendah R Shinta (IPK 3,91).

"Untuk menjadi tenaga kesehatan professional para lulusan ini harus mengikuti Uji Kompetensi Nasional. Kelulusan UKOM ITEKES Bali mencapai 98%," ungkap rektor sembari merinci semua prestasi lain sepanjang 2025.

Lebih lanjut, ITEKES Bali telah membuka penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Sekitar 500 calon mahasiswa telah mendaftar. Pihaknya juga kembali menyediakan kuota 25 kursi beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Rektor meminta masyarakat memanfaatkan peluang emas tersebut.

Ketua Yayasan Penyelenggara Pendidikan Latihan dan Pelayanan Kesehatan (YPPLPK) Bali Drs. IB Arka, berpendapat, dengan semakin diliriknya ITEKES Bali oleh stakeholder di negara-negara maju, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi internal kampus.

Usaha-usaha kerja sama yang dilakukan yayasan dan rektorat di luar negeri semakin berkembang. Misalnya stakeholder di Jepang. Dulunya hanya merekrut perawat. Tapi setelah diberikan pemahaman, jurusan lain bisa masuk, khususnya kebidanan.

"Negara maju sudah memberikan apresiasi. Mereka percaya pada kualitas kita. Nah sekarang tantangannya justru berada di kita. Bagaimana memenuhi permintaan mereka dan meyakinkan anak-anak kita," ungkap IB Arka.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII Dr. Ir. IGL Bagus Eratodi, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng., menyebut bahwa ITEKES Bali menjadi perguruan tinggi kebanggaan di wilayah Bali-NTB.

Ia mengatakan, ITEKES Bali dikelola secara professional sehingga berhasil mendapatkan akreditasi predikat Unggul. "Dampaknya tentu kepercayaan masyarakat semakin meningkat," ujar IGL Eratodi.

Kombinasi antara teknologi dan kesehatan, menurutnya adalah langkah cerdas pengelola ITEKES Bali membaca kebutuhan pasar. Kedua bidang tersebut menjadi keahlian yang terus dibutuhkan dunia.

BACA JUGA:  Bimtek Verval Dokumen UKT dan IPI Jalur Mandiri Universitas Udayana

"Saya secara pribadi maupun mewakili lembaga mengucapkan selamat ulang tahun ke 31 untuk ITEKES Bali. Teruslah berinovasi dan menjadi kebanggaan," pungkasnya.

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top