Para pengunjung menikmati suasana pasar Majalangu di Pantai Kuta, Badung. (Foto: Tha)
MANGUPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Setelah melaksanakan Catur Brata Penyepian pada hari Senin (11/3), umat Hindu di Bali melanjutkan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946 dengan Ngembak Geni, Selasa (12/3). Masyarakat pada umumnya akan berkunjung ke sanak keluarga, tetangga, bahkan berkunjung ke tempat rekreasi atau wisata.
Seperti yang terpantau, ribuan umat Hindu berbaur dengan wisatawan memadati objek wisata Pantai Kuta, Badung. Mulai pagi hari Pantai Kuta telah dipadati pengunjung untuk sekedar menikmati suasana pantai hingga melakukan pembersihan diri dengan mandi di pesisir pantai.
Selain ritual Ngembak Geni, Pantai kuta juga diramaikan dengan adanya pasar dadakan atau yang biasa disebut pasar Majalangu tepat di bibir pantai. Pasar dadakan ini memanfaatkan banyaknya toko yang masih tutup usai Nyepi. Kehadiran pasar Majalangu juga sebagai upaya membangkitkan dan mempromosikan sektor UMKM yang berada di wilayah Kuta.
"Ngembak Geni di Pantai Kuta seperti sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Hindu Bali khususnya yang ada di wilayah Desa Adat Kuta dan sekitarnya untuk sekedar melakukan pembersihan diri usai melakukan Catur Brata Penyepian. Kepadatan pengunjung sudah terlihat sejak pukul 07.00 Wita dan akan terus meningkat hingga sore hari, karena pada pukul 16.00 Wita akan dibuka pasar Majalangu yang diisi dengan berbagai kegiatan seni budaya serta pengumuman dan penyerahan hadiah lomba ogoh-ogoh di Desa Adat Kuta. Pasar Majalangu ini mengandeng beberapa UMKM lokal yang digelar tepat di depan Pura Segara Kuta," ungkap Pangliman Desa Adat Kuta, I Made Rudika saat ditemui, Selasa (12/3).











