Hadapi New Normal Dan Mencegah Penyebaran Covid-19 Melalui Uang, Bank BPD Bali Targetkan 10 Ribu Merchant QRIS

DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma adanya pasar tradisional Sindu berbasis digital sangat diapresiasinya.

Pasalnya, transaksi pasar digital yang sudah mengurangi memakai uang cash, dan pembayarannya pun menggunakan sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yaitu transaksi digital sudah pasti bisa mencegah terjadinya kecurangan dalam transaksi serta juga perhitungan sudah pasti akuntabel.

 

Ditegaskannya, Pasar Sindu sebagai digital traditional market area yang saat ini sudah mampu menerapkan transaksii pembayaran yang bersifat contacless memakai QRIS. Selain transaksi bisa lebih cepat, mudah dan aman juga dapat mengurangi resiko penularan covid-19 melalui media uang. "Saya harapkan dengan adanya Pasar Sindhu sebagai pasar digital masyarakat bisa melakukan transaksi non tunai, melalui QRIS," jelasnya Senin (29/6/2020).

 

Lebih lanjut Sudharma menjelaskan, QRIS yang sudah ada sejak Desember 2019 pihaknya akan terus bergerak ke pasar-pasar dan penggerak UMKM di Bali, sedangkan di Pasar Sindu sendiri sudah ada puluhan pedagang yang menggunakan QRIS, maka pihaknya pun akan terus menggenjotnya hingga pada pasar malam, sebab Pasar Sindu sendiri mempunyai daya tarik wisatawan asing yang tinggal di Sanur. "Kalau nanti parwisata Bali pulih, dan senggol (pasar malam, red) Sindu ramai oleh wisatawan asing dan QRIS kedepannya juga sudah bisa lintas batas, sudah pasti wisatawan asing bisa menggunakan layanan transaksi digital di senggol Sindu," paparnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top