Ia membeberkan, desain lokasi tersebut telah menjalani banyak tahapan penyusunan termasuk mendengarkan pula masukan dari masyarakat desa adat Pedungan dan terealisasi lewat pembangunan tempat upacara dan genah melasti ini. Ia mengaku berupaya betul meyakinkan pimpinan Pelindo III agar pembangunan genah melasti terealisasi sesuai target.
Dari sisi fasilitas pendukung, gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini meminta penataan lagi, agar harmonis dengan rencana hutan kota dan sarana lainnya. "Saya terjun langsung mematangkan konsep dan desain pengembangan kawasan benoa ini, melibatkan pula sulinggih, arsitek-arsitek Bali, pakar pertanian hingga menjadi pelabuhan yang mengandung nilai filosofi kearifan lokal Bali serta mengedepankan arsitektur Bali," akunya.
Ke depan, lanjut Koster, Pelabuhan Benoa kedepan akan jadi pelabuhan terindah di dunia yang sudah dipresentasikan di hadapan komisi VI DPR RI dan semuanya memberikan apresiasi. Disaksikan pula oleh Menteri BUMN, Menteri Agraria dan Menteri Pariwisata.
Ia mengajak seluruh komponen mendukung pengembangan pelabuhan benoa agar bisa selesai tepat waktu (2023). "Ini kepentingan kita bersama, semata-mata agar pembangunan pemerintah pusat bisa memberi manfaat luas. Kawasan ini juga saya harapkan bisa ‘hidup’ dengan kegiatan kesenian dan kegiatan masyarakat lainnya, bila perlu setiap hari," pungkas Koster.
Pada kesempatan yang sama, Dirut Pelindo III Doso Agung menyatakan Koster merupakan gubernur solutif. "Kau semua gubernur bisa seperti Bapak Gubernur Bali, saya kira semua masalah di masyarakat akan cepat selesai. Kami konsisten dalam mendukung pembangunan yang menjaga kel;estarian adat dan budaya," kata Doso Agung.










