Gubernur Koster Hadiri Pelantikan Prof. Lanang Perbawa sebagai Rektor Unmas Denpasar 2026-2030

IMG-20260221-WA0012
Gubernur Bali Wayan Koster (2 dari kanan) menghadiri Pelantikan Rektor Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar masa bakti 2026–2030 dalam upacara di Auditorium Saraswati Denpasar, Sabtu (21/2/2026). Tampak pula Kajati Bali Chatarina Muliana, dan Ketua KPU Bali Agung Lidartawan.

DENPASAR-fajarbali.com | Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum. resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar masa bakti 2026–2030 dalam upacara di Auditorium Saraswati Denpasar, Sabtu (21/2/2026).

Pelantikan dan angkat sumpah dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Chatarina Muliana, Wakil Gubernur Bali 2018–2024 Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua KPU Bali Agung Lidartawan, jajaran yayasan, serta tokoh pendidikan dan undangan lainnya.

Lanang Perbawa menegaskan komitmennya membawa Unmas menjadi kampus yang berdampak secara nasional maupun internasional. Ia menyebut kebijakan pendidikan tinggi saat ini menuntut perguruan tinggi tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata melalui pengajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu fokus utama kepemimpinannya adalah transformasi pola pembelajaran. Ia menilai model informative learning yang selama ini dominan perlu ditingkatkan menuju formatif hingga transformative learning. “Mahasiswa harus didorong memiliki daya kritis, fleksibel, resilien, dan mampu menjawab tantangan global,” ujar Lanang Perbawa yang melanjutkan kepemimpinan rektor sebelumnya, Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd.

Lanang Perbawa juga menyoroti hasil sejumlah riset nasional yang menunjukkan rendahnya kemampuan literasi pemahaman dan menulis di kalangan tenaga kerja. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alarm bagi dunia pendidikan untuk melakukan penyesuaian kebijakan dan penguatan kualitas lulusan secara bertahap dan terukur.

Selain transformasi akademik, UNMAS ke depan akan memperkuat tata kelola berbasis prinsip good corporate governance (GCG), meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan keadilan. Pihaknya juga menargetkan perluasan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha dan industri, media, serta perguruan tinggi nasional dan internasional.

Dari sisi sumber daya manusia, Lanang menyatakan optimistis. UNMAS saat ini memiliki sekitar 433 dosen, dengan hampir 67 persen berusia di bawah 40 tahun. Kampus ini menaungi 10 fakultas dengan 30 program studi, didukung 24 guru besar serta ratusan dosen berkualifikasi doktor dan lektor kepala. Secara kelembagaan, UNMAS telah terakreditasi unggul, dengan sejumlah program studi juga meraih akreditasi unggul.

BACA JUGA:  Unud Kenalkan Prodi Magister Ilmu Ekonomi di Kantor BKPSDM Pemkab Badung

Ketua Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Pusat Denpasar, Tjok Istri Sri Ramaswati, S.H., M.H., menegaskan pentingnya sinergi antara rektorat dan yayasan dalam mengelola perguruan tinggi. Ia berharap kepemimpinan baru mampu menjaga kualitas tridharma, memperkuat tata kelola, serta terus berinovasi agar UNMAS semakin berdaya saing di tingkat nasional dan global.

Ia mengingatkan agar kepemimpinan baru tetap berpegang pada nilai inti yayasan, yakni kejujuran, kerja sama, kerja keras, kerja cerdas, kekeluargaan, komunikasi, dan disiplin. “Pergantian jabatan adalah hal biasa. Yang terpenting adalah bagaimana menjaga dan meningkatkan kualitas yang sudah dicapai,” tegas Rektor UNMAS periode 1997-2014 tersebut.

Dengan visi menjadikan UNMAS sebagai universitas bermutu dan berdaya saing internasional, Lanang Perbawa optimistis kampus swasta terbesar di Bali itu mampu memperkuat posisi melalui inovasi, kolaborasi, dan peningkatan kualitas lulusan. “Kami ingin Unmas tidak hanya unggul di Bali, tetapi juga memberi dampak nasional dan internasional,” ugkap Tjok Ramaswati.

Sementara itu, Gubernur Koster dalam sambutannya ingin mengintegrasikan perguruan tinggi dengan Pemprov Bali. Program-program studi yang ada akan dikaitkan dengan organisasi perangkat daerah.

"Misalnya kan ada prodi pertanian, ada kehutanan, lingkungan dan lain-lain, kita kan punya dinas kehutanan, pertanian, itu yang disinergikan nanti," kata Koster.

Hal ini bertujuan agar keberadaan perguruan tinggi lebih dirasakan dampaknya. Apalagi di kampus banyak profesor yang menghasilkan penelitian. "Saya enggak mau lagi hasil penelitian dosen ditaruh di laci meja. Harus ada manfaatnya bagi masyarakat," pintanya.

Hingga saat ini, gubernur yang juga mantan dosen di berbagai perguruan tinggi itu mengaku tetap menjalin kerja sama dengan akademisi. Bahkan tak jarang diskusi hingga dini hari. Sebagai pemimpin ia merasa ada kekurangan sehingga memerlukan solusi dari akademisi.

BACA JUGA:  Kelompok 13 KAT UNR Hasilkan Rekomendasi "Master Plan" Air Terjun Toya Nyali dan Pancaka Tirta

"Saya aslinya kan dosen juga. Ngajar statistik. Nanti kalau sudah berhenti jadi gubernur, saya ingin kembali ngajar. Ngelamar di Universitas Mahasaraswati," kata Koster dengan nada setengah bercanda.

Lebih lanjut, Gubernur Koster juga mengaku spesial menyempatkan diri hadir di pelantikan ini. Setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai sepulang dari Jakarta, ia langsung menuju Kampus Unmas karena kedekatan hubungannya dengan Lanang Prabawa.

Kehadiran Gubernur Koster, Kajati Bali dan undangan lainnya pun sangat diapresiasi Rektor Lanang Perbawa.

Selain aktif sebagai akademisi, Lanang Perbawa juga dikenal sebagai praktisi hukum dan pegiat seni budaya Bali. Ia merupakan penari Topeng Sidakarya serta pendiri LSM Bli Braya.

Dengan visi menjadikan Unmas sebagai universitas bermutu dan berdaya saing internasional, Lanang Perbawa optimistis kampus swasta terbesar di Bali tersebut mampu memperkuat posisinya melalui inovasi, kolaborasi, dan peningkatan kualitas lulusan.

Berikut riwayat pendidikan dan karir Prof. Lanang Perbawa:

SDN 1 Bebetin, Sawan, Buleleng (1986)
SMPN 2 Singaraja (1989)
SMAN 1 Singaraja (1992)
S1 Fakultas Hukum, Universitas Merdeka Malang (1996)
S2 Magister Hukum, Universitas Diponegoro, Semarang (2002)
S3 Program Doktor Ilmu Hukum, Universitas Brawijaya, Malang (2013)

Karier:

Legal Drafting, Departemen Hukum dan HAM (1996–2002)
Anggota KPU Bali Divisi Hukum dan Advokasi (2003–2008)
Ketua KPU Bali (2008–2013)
Dosen DPK/Kopertis pada Fakultas Hukum UNMAS (2013–sekarang)
Staf Ahli Pemda Badung bidang Hukum dan Pemerintahan (2014-2015)
Staf Ahli BIN Daerah Bali, Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan (2017-2018)
Komisaris Bank BPD Bali (2015–2019)
Rektor Unmas 2026-2030. (Sebelumnya Rektor Pergantian Antar-waktu).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top