Kelompok 13 KAT UNR Hasilkan Rekomendasi “Master Plan” Air Terjun Toya Nyali dan Pancaka Tirta

“Master Plan” ini sejalan dengan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli yang ingin mengembangkan ekowisata spiritual.

 Save as PDF

Para Dosen Pembimbing Kelompok 13 KAT UNR.

 

BANGLI – fajarbali.com | Kelompok 13 Kuliah Aplikatif Terpadu Universitas Ngurah Rai (KAT-UNR) berlokus di Dusun Brahmana Bukit, Desa Cempaga, Kecamatan/Kabupaten Bangli berhasil menghasilkan beberapa luaran, salah satunya “master plan” Air Terjun Toya Nyali dan Mata Air Pancaka Tirtha.

“Master Plan” ini sejalan dengan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli yang ingin mengembangkan ekowisata spiritual. Sehingga Pemkab melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli I Wayan Sugiarta mengapresiasi luaran KAT tersebut.

“Master plan air terjun Toya Nyali dan Pancaka Tirtha ini sangat membantu kami di tengah upaya menggenjot destinasi wisata di Bangli khususnya wisata spiritual, apalagi kami sangat kaya akan potensi tersebut,” kata Sugiarta saat menjadi narasumber FGD “Pengembangan Potensi Wisata Air Terjun Toya Nyali dan Mata Air Pancaka Tirtha sebagai Wisata Ekospiritual” bertempat di Balai Banjar Brahmana Bukit, Minggu (4/12).

Sugiarta berpandangan, Kelompok 13 yang terdiri dari lima dosen dan 22 mahasiswa lintas ilmu telah berhasil menggali potensi tersembunyi di wilayahnya. Selaku eksekutif, ia akan melaporkan hasil KAT tersebut ke pimpinanannya (bupati) untuk mendapatkan tindak lanjut.

Senada, Kelian Adat Banjar Brahmana Bukit Ida Bagus Nyoman Ngurah Samudera mendukung penuh terealisasinya seluruh luaran maupun rekomendasi luaran Kelompok 13 KAT UNR, karena ia optimistis bakal memberi dampak positif bagi warga sekitar.

Ida Bagus Samudera, mewakili masyarakat Banjar Brahmana Bukit mengucapkan terima kasih karena Civitas Akademika UNR telah melakukan pendampingan dan berharap kerja sama yang baik ini berkelanjutan.

Suasana FGD tentang pengembangan potensi ekowisata Dusun Brahmana Bukit, Kelurahan Cempaga, Bangli, Minggu (4/12).

Ketua Pembimbing Kelompok 13 KAT UNR Dr. Ir. Ida Bagus Idedhyana, MT., menjelaskan, “master plan” yang dirancang kelompoknya sama sekali tidak merubah suasana keaslian alam. Komposisinya, 20 persen lingkungan binaan dan 80 persen natural.

Ia menceritakan lahirnya ide awal mengembangkan potensi kedua obyek tersebut. Melihat tren di sosial media, potensi wisata itu sendiri juga perlu adanya obyek pendukung lainnya untuk menjadikan daya tarik wisata.

“Fenomena yang terlihat di sosial media saat ini adalah sedang berkembangnya café-café atau restaurant yang memiliki direct view ke air terjun,” jelasnya.

Setelah melakukan pemetaan, pengumpulan data dan interview di lapangan, maka kelompoknya melihat potensi yang sangat bagus pada Air Terjun Toya Nyali ini jika diaplikasikan hal yang sama.

Pemetaan potensi wisata di Dusun Brahmana Bukit sudah dilakukan sejak 16

Oktober 2022 dan juga beberapa kegiatan telah dilakukan setiap minggunya. Sehingga FGD tersebut merupakan rangkaian penutup kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Ada tiga target yang ingin kami capai, pertama menentukan master plan, kemudian profit lewat digital marketing, ini sudah kami buatkan website, serta peningkatan sumber daya manusia lewat FGD tadi,” kata Ida Bagus Idedhyana.

Pengembangan ekowisata ini, lanjut Ida Bagus Idedhyana, mengacu pada konsep Tri Hita Karana berpadu dengan Sad Kertih. Keterbatasan waktu, menurutnya, tidak memungkinkan sampai ke rancangan gambar kerja. “Untuk rancangan gambar kerja yang detail itu perlu waktu lebih panjang lagi. Tapi minimal tiga target program sudah kami capai,” pungkasnya.

Dosen yang turut menjadi anggota pembimbing/pengusul, di antaranya; Dr. Nyoman Diah Utari Dewi, A.Par., MAP., Putu Chandra Kinanda Kayuan, SH., MH., I Wayan Meryawan, SE., MM., Drs. I Gusti Bagus Wirya Gupta, M.Si., dan Ir. I Made Sudarma, MT. (rl/Gde)

 Save as PDF

Next Post

Bali International Airshow 2024 Tuai Dukungan Pemerintah

Sen Des 5 , 2022
Pertumbuhan kelas menengah yang sangat tinggi di Indonesia, menjadikan pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia menjadi yang tercepat kedua setelah China.
Press 2-fd12359f

Berita Lainnya