Gong Kebyar Wanita Duta Badung Tampil Memukau di PKB 2026

1000681447
Utsawa (parade) Gong Kebyar Wanita dalam ajang PKB 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Minggu (28/6) malam

 

Kemudian, Wana Pering merupakan karya tari yang terinspirasi dari hutan bambu sebagai simbol penting dalam kehidupan masyarakat Bali. Selain menjadi bagian dari tradisi adat dan ritual keagamaan, bambu juga mengandung makna filosofis sebagai lambang ketulusan, kelenturan, kekuatan, dan keharmonisan. Karya ini mengangkat konsep Atma Kerthi, yakni penyucian jiwa manusia untuk mencapai keseimbangan hidup serta menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. "Melalui gerak tari dan iringan musik, Wana Pering menggambarkan perjalanan jiwa yang terus bertumbuh, menyucikan diri, dan hidup selaras dengan semesta," beber Sofiarta

 

Sementara Sandya Gita dengan judul jiwa Anubhawa merupakan garapan yang terinspirasi dari Lontar Atma Prasangsa, mengangkat perjalanan atma dalam mencari hakikat kehidupan dan kesadaran sejati. Kisah dimulai saat atma terlepas dari raga dan menempuh perjalanan menuju alam spiritual dengan menghadapi berbagai rintangan dan sosok-sosok yang menakutkan. Pada akhirnya, sang atma menyadari bahwa seluruh rintangan tersebut merupakan manifestasi dari dirinya sendiri, yang terbentuk sejak awal kehidupan. "Melalui perpaduan tari, musik, vokal, dramatika, dan visual artistik, karya ini menyampaikan pesan tentang pentingnya mengenali jati diri, memahami asal dan tujuan hidup, serta mencapai keharmonisan batin dan penyatuan dengan Sang Pencipta," ungkapnya.

 

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir langsung menyaksikan penampilan Duta Badung bersama jajaran pejabat Pemkab Badung beserta istri. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan moril sekaligus motivasi bagi para seniman yang tampil membawa nama daerah. Adi Arnawa mengapresiasi jalannya Parade Gong Kebyar Wanita Duta Kabupaten Badung yang tampil berbarengan dengan Duta Kabupaten Gianyar. Menurutnya, ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menghadirkan semangat kolaborasi antardaerah. Dia menilai terbangunnya chemistry antara Duta Badung dan Gianyar menjadi nilai lebih dalam pergelaran tersebut. "Ini menunjukkan bahwa dalam membangun seni dibutuhkan kebersamaan dan kerja sama yang baik. Mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan masing-masing, tetapi juga membangun sinergi dalam penampilan. Ini sangat luar biasa," ujarnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top