“Untuk dolanan memang kita melihat dari fenomena lapangan yang terjadi. Kami mencoba menuangkan fenomena itu ke dalam garapan dan juga propertinya juga mendukung. Di sini kami memberi pesan betapa pentingnya menjaga diri dari pengaruh modernisasi khususnya di gadget,” jelasnya.
Adapun dalam Gong Kebyar Anak-anak ini, Sanggar Seni Sudha Wirad melibatkan sebanyak 38 penabuh, 9 penari, dan 28 orang pemain dolanan. Pemilihan seniman cilik yang akan tampil pun melalui proses seleksi. “Proses awal kita sosialisasi di Kecamatan Kuta Utara. Yang daftar seleksi untuk dolanan 70 orang, tapi kita nyari 28 orang. Sedangkan tari kita nyari 9 orang, yang ikut 27 orang,” terang Wahyudi Putra.
Pihaknya menuturkan, proses latihan dilakukan pertama kali sejak 13 Februari 2025, dengan intensitas seminggu tiga kali latihan. Namun memasuki bulan Juni 2025, latihan diintensifkan setiap hari. Pengaruh teknologi cukup menjadi tantangan tersendiri bagi penggarap dalam melatih anak-anak. Sebab saat ini, ketergantungan pada HP tidak dapat dipungkiri. “Di sini kami juga melatih fokus dan disiplin anak-anak. Kalau lagi latihan, HP mereka kami kumpulkan dulu. Setelah selesai, baru dikembalikan,” katanya.W-004










