Dia mengibaratkan, upacara ini ngutang mala nuduk hayu yaitu membuang yang buruk dan mengambil yang baik. Ini adalah bentuk sebuah penyucian atman yang ada dalam diri. Atma Kertih bukan hanya ajaran memaknai sebuah kematian, tetapi bagaimana cara kita menghargai sebuah kehidupan, menyayangi diri sendiri dan selalu menjaga kesucian atman dalam diri.
Perahu kecil ini, tegasnya, bagaikan sebuah perjalanan hidup yang mengarungi luasnya samudra kehidupan. Apakah kita akan bisa menyebrangi samudra atau malah kita akan hanyut akan derasnya ombak. "Begitulah kehidupan yang harus kita persiapkan. Perahu kecil ini akan senantiasa berlayar demi menggapai sebuah tujuan. Perahu ini bukan hanya menjadi sebuah permainan, bukan juga hanya sebagai sarana upacara tetapi ini juga menjadi sebuah wadah harapan dan keinginan yang dititipkan ke dalam sebuah pesan dan entah kapan akan terbalaskan," tegasnya.
Made Ariawan berharap, acara pementasan Gong Kebyar Anak-anak Badung dan Gianyar bisa berjalan dengan baik dan lancar. "Kedua semoga apa yang kami ongon sampaikan bisa tersampaikan kepada audien dan penikmat seni karena kami di Badung menampilkan sesuatu yang berkait dengan PKB yakni ATma Kerthi," katanya.
Ditanya soal persiapan, Ariawan menyatakan, sejak Maret hingga hari ini sehingga bisa terbentuknya sebuah garapan dari Kabupaten Badung. Jong Jang Sir ini, katanya, bagaimana memaknai perjalanan hidup.
Menurutnya, Atma Kerthi bukan semata tentang perjalanan kematian atau perjalanan atma, tetapi bagaimana kita memelihara atman dalam diri, menyucikan atman dan memaknai atman ini agar nantinya sejak kecil sudah melakukan upacara penyucian atman agar seorang anak tidak salah jalan. "Walaupun banyak rintangan dan penghalang, seorang anak tidak sampai mengambil jalan pintas berupa ulah pati," tegasnya.W-004










