Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa momentum kemerdekaan tahun ini difokuskan untuk mendekatkan kawasan destinasi kepada masyarakat luas. “Pertamina Mandalika International Circuit selama ini menjadi panggung berbagai event nasional dan internasional yang membawa nama Indonesia. Pada momentum kemerdekaan, kami menghadirkan semangat yang berbeda dengan menjadikan sirkuit sebagai ruang kebersamaan. Syukuran HUT ke-81 RI mencerminkan semangat kami agar perkembangan destinasi berjalan beriringan dengan keterlibatan masyarakat dan memberikan manfaat yang semakin luas,” ujarnya.
Sementara itu di The Nusa Dua, Bali, semangat nasionalisme ditunjukkan melalui pengibaran bendera Merah Putih berukuran jumbo dengan diameter sekitar 50 meter di kawasan Peninsula Island. Bendera raksasa yang dijahit dari 1.800 meter kain selama lima hari tersebut terpasang gagah di atas konstruksi bambu area helipad. Kehadiran bendera ikonik ini melengkapi pemasangan 347 tiang bendera di sekeliling kawasan wisata terpadu tersebut.
Di The Golo Mori, Labuan Bajo, NTT, peringatan kemerdekaan dilaksanakan melalui upacara bendera yang khidmat di area heliport kawasan. Namun, peringatan di wilayah ini diwarnai aksi kemanusiaan menyusul bencana gempa bumi yang baru saja melanda sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur. Rangkaian perayaan di seluruh destinasi pun disesuaikan agar berlangsung secara proporsional, sederhana, dan sarat nilai reflektif.
Ahmad Fajar menyampaikan rasa duka mendalam sekaligus menegaskan komitmen bantuan kemanusiaan perusahaan di tengah suasana peringatan kemerdekaan. “Di tengah peringatan kemerdekaan ini, kami juga menyampaikan rasa prihatin dan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Semangat kemerdekaan juga berarti semangat untuk saling menguatkan dan hadir bagi sesama, terutama bagi saudara-saudara kita yang tengah menghadapi masa sulit,” ungkapnya.










