”Setelah ada informasi pihak keluaraga datang ke kuburan dan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kuburan korban tidak ada barang-barang yang hilang baik itu mayat korban atau bekal korban. Setelah dilakukan pemeriksaan keluarga kembali melakukan pemanggilan atau ngulapin kemudian kuburan korban kembali dilakukan penutupan kembali,”tuturnya. Dikonfirmasi apakan pihak desa adat akan melakukan pecaruan? Susila mengaku pihak desa tidak akan melakukan pecaruan karena pihaknya menilai kalau mayat yang bersangkutan masih dalam keadaan utuh.
”Kalau masalah pecaruan kami tidak melakukan hal itu karena pihak keluarga melihat dan memeriksa mayat yang bersangkutan masih dalam keaan utuh sehingga tidak dilakukan pecaruan,”imbuhnya. Kapolsek Sukasada Kompol I Nyoman Landung saat dikonfirmasi terpisah pihaknya membenarkan dengan adanya kejadian pembongkaran kuburan yang terjadi di wilayah hukum Mapolsek Sukasada.”Memang kami telah menerima laporan telah terjadi pembongkaran kuburan yang terjadi di Desa Panji Anom. Dimana kuburan yang dibongkar itu merupakan korban lakalantas tunggal karena membawa sepeda gayung. Korban di kubur dua hari yang lalu (tiga hari-red) kemudian dibongkar diketahui Kamis pagi,”jelasnya.
Lebih jauh Landung mengaku dari oleh TKP pihaknya menemukan sebuah cangkul yang diduga digunakan pelaku membongkar kuburan.”Dilokasi kejadian kami menemukan sebuah cangkul yang diduga digunakan pelaku menggali kuburan dan dari ketarangan keluarga tidak ada barang-barang tersimpan dalam kuburan tidak ada yang hilang,”tuturnya. Dikonfirmasi motif dari pembongkaran kuburan? Landung mengaku dugaan sementara pelaku yang kini masih dalam lidik tersebut melakukan pembongkaran terhadap kuburan untuk mencari harta benda yang tersimpan didalam kuburan.










