GEDSI Watch Sampaikan Enam Tuntutan di HUT ke-80 RI

IMG-20250818-WA0002
Anggota LSM Bali Sruti, di Denpasar, usai upacara pengibaran bendera 17 Agustus 2025.

Data juga memperkuat kegagalan negara ini. Komnas Perempuan mencatat 330.097 kasus kekerasan berbasis gender pada 2024, naik 14,17 persen dari tahun sebelumnya.

Sehimpun fakta ini menegaskan bahwa negara bukan hanya abai, tapi melanggengkan kekerasan.
GEDSI Watch khususnya Sekolah Perempuan menggelar Pekan Kemerdekaan Perempuan 2025 bertema “Perempuan Berjuang, Negara Abai” di 12 kabupaten/kota, yaitu Lombok Timur, Lombok Barat, Denpasar, Gresik, Lumajang, Pangkajene Kepulauan, Mamuju, Padang, Padang Pariaman, Serang, dan Jakarta pada 8-24 Agustus 2025.

Puncaknya, pada Minggu 17 Agustus, pengibaran bendera Merah Putih akan dilakukan serentak oleh perempuan akar rumput, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal. Ini simbol bahwa kemerdekaan adalah hak semua rakyat, bukan milik segelintir orang.

Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan di setiap wilayah tersebut adalah:
Jambore Perempuan "Merdeka Setara" di Pulau Morotai, GEDSI Move Bootcamp "Mearwat Bumi, Merawat Keadilan Untuk Semua" di Gresik dan Lumajang, Edukasi Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) ke Pondok Pesantren, Tour Generasi Z ke Sekolah Perempuan, layanan lagalitas usaha atau pembuatan Nomor Induk Usaha (NIB) di Lombok Timur dan Lombok Utara.

Pawai Budaya di Serang, Orasi inspiratif dan pembacaan puisi feminis, siaran RRI: Penghapusan Kekerasan menguatkan Kemerdekaan, Podcast Merdeka Berdaya dan Merdeka Bebas Setara di Denpasar, Pendidikan Koperasi Feminis: Merebut Maskulinitas Ekonomi melalui Sekolah Perempuan di Padang dan Padang Pariaman.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top