Gede Susila, Lulusan Fakultas Pendidikan Unhi yang Berkebutuhan Khusus, Karya Lukisnya Terbang Sampai ke Prancis

IMG-20250522-WA0008
Yudisiawan dari Program Studi Seni Rupa dan Ornamen Hindu, Fakultas Pendidikan Unhi, Gede Sulila, mendapatkan selamat dari dekan dan jajaran. 

DENPASAR-fajarbali.com | Di antara puluhan calon sarjana Fakultas Pendidikan, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Gede Susila paling menyita perhatian. Susila dipanggil paling akhir. Tepuk tangan pun bergemuruh saat ia diberikan ucapan selamat oleh dekan. 

Susila bukan lulusan terbaik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sempurna. Bukan pula lulusan dengan waktu studi tercepat. Kekaguman hadirin terletak pada tekad kuatnya.

Pria kelahiran 12 September 1995 ini, menderita polio sejak lahir. Kaki Susila tidak berfungsi. Meski sempat minder, Susila mulai berdamai dengan kenyataan. Ia terus belajar, mengikuti pendidikan di Yayasan Pembinaan Anak Cacat, Jimbaran, Badung, hingga lulus kesetaraan SMA.

Susila lantas memantapkan hati sebagai pendidik mata pelajaran keterampilan dan seni di yayasan tersebut. Di bangku SMA itu pula, Susila menemukan bakatnya di bidang melukis. Bahkan sejumlah karyanya diminati orang asing dan telah diterbangkan ke Prancis.

"Saya juga ngajar keterampilan tangan berbahan sampah plastik sekali pakai," jelas Susila, ditemui di sela Yudisium Fakultas Pendidikan Unhi, Program Sarjana XXIII dan Program Magister ke XXVI bertempat di Hotel Grand Santhi, Denpasar, Kamis (22/5/2025).

Untuk meningkatkan aktualisasi diri, Susila mendaftar sebagai mahasiswa baru pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan Ornamen Hindu, Fakultas Pendidikan, Unhi tahun 2018 lewat jalur beasiswa.

Dalam perkuliahan sehari-hari, Susila mengendarai sepeda motor roda tiga dari Jimbaran menuju Kampus Unhi di Tembau, Denpasar. Dia mengaku sudah terlatih hidup mandiri, jauh dari orang tua yang tinggal di Buleleng. Susila memang asli Buleleng namun tinggal di Jimbaran, tempatnya mengabdi.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top