Yulianti menambahkan, meskipun ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan PD Anak Katolik Santa Theresia Denpasar dengan melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus, namun antusias peserta sangat tinggi. Pihaknya berharap kedepannya kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dalam upaya mendorong anak-anak memiliki sifat penyayang dan saling mengasihi satu sama lainnya.
"Dalam memberikan hadiah kepada anak-anak berkebutuhan khusus, anak-anak yang normal tidak diperbolehkan untuk membeli barang yang baru, namun harus dengan barang kesayangannya. Mengapa demikian? Sebab kita menginginkan dan mengajarkan anak-anak untuk dapat memberikan sesuatu dengan hati yang tulus dan ikhlas meskipun barang itu begitu spesial untuknya. Kalau barang baru kan gampang tinggal beli lalu dibagikan, sementara kalau barang kesayangan pasti akan memiliki kenangan tersendiri nantinya," terang Yulianti.
Senada dengan Yulianti, Evy Leonita selaku Koordinator PD Anak Katolik Santa Theresia Denpasar mengatakan, selain melibatkan anak-anak, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai yayasan yang mengasuh anak-anak difabel di Denpasar. "Kita merangkul anak-anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan kebahagiaan yang sama dengan anak-anak normal lainnya. Seperti yang kita ketahui, cinta Tuhan tidak mengenal yang namanya anak normal, anak kaya, maupun anak difabel. Dimata Tuhan semuanya sama. Itulah sebabnya mengapa kita membuat acara ini, agar kita semua mendapat kebahagiaan yang sama," ucapnya.










