Ganjar Pranowo Hadiri Festival Sayan Rumaket

Ganjar menyebut dalam masa pandemi, Bali dihajar habis oleh Covid. Dikatakan lagi, sebelumnya wisatawan hanya mengunjungi Kuta dan Sanur, namun kini Bali menyediakan pilihan beragan, terutama Desa Wisata. “Dari yang mainstream sampai yang paling unik ada di Bali, bahkan di desa wisata bisa ada yang paling estetik,” jelas Ganjar.

(Last Updated On: )
GIANYAR-fajarbali.com | Di sela-sela kesibukan menjadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyempatkan diri menghadiri Festival Sayan Rumaket, Desa Sayan, Ubud, Gianyar selaku Ketua Umum Keluarga Alumni Gajah Mada (Kagama). 
Kehadiran Ganjar juga didampingi Rektor UGM, Prof Ova Emilia, pengurus Kagama, Bupati Gianyar serta undangan dan STT Desa Sayan. Kegiatan Ganjar diawali dengan jalan santai dari Beji Penestanan Kaja dan berakhir di Ubud Taman Baca. Pada saat di Beji Penestanan Kaja, Ganjar diminta membubuhkan satu pahatan pada relif di Beji Penestanan Kaja. Usai memberikan pahatan seorang pria mendekati Ganjar dan menyatakan sebagai pendukung Ganjar Pranowo untuk maju pada Pemilihan Presiden 2024. Bahkan, pria tersebut menyatakan kerap mengkampanyekan Ganjar di media sosialnya. “Siap untuk jadi nomer satu? Saya dukung bapak, saya sering katakan itu di medsos saya,” ujar warga lokal tersebut. Disapa sedemikian rupa, Ganjar hanya tersenyum tidak memberi tanggapan. 
 
Sesampainya di tempat festival, Ganjar didapuk sebagai pembicara dalam mengembangkan desa wisata di Indonesia. Dalam talkshow tersebut, Ganjar menyebut dalam masa pandemi, Bali dihajar habis oleh Covid. Dikatakan lagi, sebelumnya wisatawan hanya mengunjungi Kuta dan Sanur, namun kini Bali menyediakan pilihan beragan, terutama Desa Wisata. “Dari yang mainstream sampai yang paling unik ada di Bali, bahkan di desa wisata bisa ada yang paling estetik,” jelas Ganjar. Ditambahkan lagi, bajwa saat ini berwisata adalah kebutuhan, tidak punya duit pun bisa berwisata. “Intinya, kerjasama dan partisipatif warga, maka desa wisata pasti akan berjalan,” jelasnya. 
 
Usai acara talkshow, Ganjar menerimaa cenderamata dari panitia festival. Ganjar juga menegaskan bahwa kunjungannya ke Desa Sayan tidak ada agenda politik. Dimana kedatangannya ini, karena diundang perangkat desa setempat sebagai Ketum Kagama. “Endak, endak ada agenda politik, ini menghadiri undangan Kagama pas kami (Kagama) ada agenda di sini. Dan, kebetulan kades kades (di Gianyar) juga ada alumni UGM,” ujar Ganjar. 
 
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan, pihaknya ikut mendampingi Ganjar dikarenakan dalam kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali. “Ya, saya hadir di sini, karena dihadiri Wagub, jadi saya sebagai tuan rumah wajib hadir. Apalagi Pak Ganjar ini kan tokoh politik nasional, sebuah kehormatan untuk kami,” ujar Mahayastra. Ditegaskan, bahwa tidak ada agenda politik dalam kegiatan ini. “Tidak ada agenda politik, beliau menghadiri undangan sebagai Ketum Kagama,” ujarnya.sar

Next Post

Lelang Jabatab Inspektorat Gianyar, Tunggu Pengumuman KASN

Ming Okt 9 , 2022
Para pelamar yang lulus seleksi administrasi kemudian melewati beberapa tahapan seleksi seperti Penulisan Makalah, Uji Kompetensi, dan Wawancara. Pada sesi wawancara, hadir Kepala Perwakilan Ombudsman Bali Ni Nyoman Sri Widhiyanti, SH. meninjau secara langsung.
IMG_20221009_143224-da3022df

Berita Lainnya