"Regulasi ini harus dipahami oleh arsitek. Bahwa untuk dapat berpraktek secara legal, setiap arsitek harus memiliki kemampuan dan ketrampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja, memiliki sertifikat keahlian arsitek, izin praktik dan mesti bergabung dengan asosiasi. Prosesnya ini bisa dimulai sejak di bangku kuliah," jelasnya.
Acara ini merupakan serangkaian acara puncak Munas dan Rakernas Asosiasi Perguruan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI) pada 22 Agustus mendatang yang mana Prodi Arsitektur, FTP Unwar dipercaya sebagai Tuan Rumah. Dalam pelaksanaannya pihak panitia mengundang Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim sekaligus sebagai keynote speaker dengan topik "Akreditasi Pendidikan Arsitektur di Indonesia".
Sementara agenda besok, Jumat (16/8/2024), digelar Seminar Karya Arsitektur. "Saya rasa ini momen yang sangat baik untuk para arsitek, calon arsitek dan stakeholder untuk bersama-sama berkontribusi terhadap pembangunan bangsa," jelas Maha Putra.
Dekan FTP Unwar Prof. Dr. Ir. I Nengah Sinarta, MT., mengatakan Terkait pameran karya arsitektur, ia menjelaskan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pihaknya dengan APTARI, para praktisi dan IAI Wilayah Bali. Yang tak kalah penting, kegiatan ini untuk mengenang tokoh penting pembangunan Bali ini, I Nyoman Gelebet.
Nyoman Gelebet dikenal atas ketekunannya mempelajari pengetahuan warisan tradisi, Hasta Kosali, yang diyakininya sebagai salah satu penyelamat dan pegangan hidup universal bagi umat manusia.










