Lokakarya ini diselenggarakan pada momen krusial, di mana Ramayana Experience memulai perjalanan reposisi merek mereka dengan fokus baru pada penceritaan visual yang otentik. Dengan memilih Ramayana Candidasa sebagai lokasi, para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung merasakan dan mengaplikasikan esensi dari narasi visual yang autentik. Suasana resor yang indah memberikan konteks nyata tentang bagaimana lingkungan dapat menjadi bagian integral dari sebuah cerita visual.
Menurut Vivi Aprilia Gouw selaku Corporate Sales & Marketing Ramayana Experience, kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberdayakan setiap staf. "Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami untuk memberdayakan setiap staf agar menjadi duta visual bagi kisah Ramayana. Pengetahuan yang didapatkan diharapkan dapat menginspirasi penciptaan konten visual yang menarik dan autentik, yang pada akhirnya akan terhubung lebih erat dengan audiens mereka dan mencerminkan esensi sejati dari resor,” katanya.
Sebagai bagian dari misi yang lebih besar, Rusdi Sanad melihat lokakarya ini sebagai langkah untuk memperkuat identitas brand perhotelan di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah membantu merek-merek ini membangun koneksi yang lebih dalam dengan tamu melalui visual yang kuat dan cerita yang menginspirasi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pengalaman tamu secara keseluruhan.
Lokakarya ini menjadi bukti nyata bahwa di era digital, citra adalah segalanya. Dengan menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk memahami dan menguasai penceritaan visual, Ramayana Experience tidak hanya memperkuat posisi mereka di pasar, tetapi juga memastikan bahwa setiap gambar yang mereka bagikan menceritakan kisah yang menarik dan membangun kepercayaan yang kokoh dengan calon tamu.










