"Selain itu, Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana/BKKBN juga telah meluncurkan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang merupakan Gerakan bantuan bagi keluarga berisiko stunting melalui kepedulian para pihak sebagai orang tua asuh," jelas Luh De.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si selaku Ketua Harian FKUB Provinsi Bali juga menyampaikan terkait Korelasi Pelaksanaan Tugas FKUB dan Tugas Instansi Pemerintah dalam Pencegahan Stunting.
Disampaikan bahwa tugas utama FKUB adalah membangun dan merawat kerukunan umat beragama. Dalam hal melakukan pemahaman dan pencegahan stunting perlu ada sinergitas antara pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga agama, lembaga adat dan berbagai komunitas terkait yang ada serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang stunting dengan berbagai aspeknya.
"Beberapa hal penting yang perlu kita edukasi kepada para remaja yang akan menjadi calon pengantin (catin) yaitu catin perlu mengikuti sosialisasi, pencerahan, pembekalan pranikah oleh pemerintah, lembaga agama, lembaga sosial keagamaan sebab stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan bangsa untuk menjadi bangsa yang sehat, cerdas, unggul dan produktif," kata Gusti Made Ngurah.
Diskusi ini berhasil menyita perhatian peserta. Terbukti beberapa peserta langsung menyatakan kesediaannya menjadi orang tua asuh anak stunting. Salah satu orang tua asuh berasal dari Yayasan Pikir.
Kegiatan ini selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan peran organisasi baik lembaga agama, organisasi wanita, organisasi lainnya dan perguruan tinggi turut berperan dalam pencegahan stunting untuk investasi Bangsa menuju generasi emas tahun 2045.










