MANGUPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Stunting atau gangguan tumbuh kembang anak akibat gizi buruk merupakan persoalan kompleks, sehingga dalam penanganannya pun memerlukan kolaborasi lintas-sektor.
Di Bali, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali mengambil inisiatif untuk berkontribusi menangani stunting demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas tahun 2045.
FKUB Bali memperkuat peran aktif organisasi di lingkup internal, sperti Forum Wanita Lintas Agama, Forum Generasi Muda Lintas Agama, dan yang lain, melalui diskusi yang digelar pada Selasa (17/12/2024) di Hotel Harris, Badung.
Kegiatan itu mengambil tema "Penguatan Peran Organisasi Wanita Lintas Agama Melalui FKUB untuk Pencegahan Stunting Menuju Indonesia Emas Tahun 2045".
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali/Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia sekaligus Bandesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.
Adapun peserta yang hadir pada pertemuan ini terdiri dari Forgimala Provinsi Bali, Perwakilan Agama Islam, Hindu, Kristen, Katolik, Buddha dan Konghuchu, MDA Provinsi Bali, Yowana Bali, WHDI Provinsi Bali dan Satgas Stunting Provinsi Bali.
Plt. Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For, MARS., selaku sebagai narasumber menyampaikan materi tentang Kebijakan Penurunan Stunting Menuju Indonesia Emas Tahun 2045.
Luh De, sapaannya, menyampaikan 3 strategi pencegahan dan penurunan stunting yang saat ini sedang dilakukan yaitu 1) skrining, edukasi dan pendampingan calon pengantin (catin) 2) edukasi kespro gizi dan penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja serta 3) pendampingan keluarga berisiko stunting oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK).










