Setelah diskusi bersama divisi selesai, peserta dan panitia bermain games bersama di lapangan. Setiap gugus saling melawan satu sama lain untuk memenangkan pertandingan games tersebut. Tidak hanya itu, panitia sendiri mengikuti acara games tersebut untuk bersenang-senang dan membangun kebersamaan bersama dengan para peserta.
Ketika malam tiba, kegiatan masih tetap berlangsung. Kegiatan pertama yaitu membuat surat secara anonim dengan tujuan bebas, serta malam puncak berupa pentas seni. Peserta sangat antusias menunggu kegiatan dilaksanakan di lapangan, berkumpul di sekeliling api unggun. Sayangnya api tidak dapat dinyalakan karena kayu bakar yang basah, sehingga kegiatan harus dilakukan di dalam ruangan aula. Hal ini tidak membuat kegiatan kalah seru, karena pembacaan surat dan pentas seni oleh setiap gugus yang sangat menarik dan penuh kejutan berhasil membuat semua peserta dan panitia terhibur. Tidak mau kalah, panitia juga menampilkan penampilan yang sangat memukau dan heboh. Kegiatan pentas seni ini dilaksanakan dengan meriah dan overpowered. Sungguh malam yang tidak dapat dilupakan. Setelah pukul 22.30 WITA, seluruh peserta dan panitia bersiap untuk istirahat dan tidur.
Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan senam bersama oleh para peserta yang dipimpin oleh panitia. Usai membakar semangat dengan senam, peserta bersiap untuk mengikuti kegiatan selanjutnya yakni trekking Peserta berjalan menyusuri 6 pos yang telah disiapkan oleh panitia secara berkelompok. Pos yang pertama adalah pos baca puisi. Di sini peserta akan membaca teks yang akan diberikan panitia dengan nada puisi. Tiap anggota kelompok akan membaca satu bait kecuali satu orang yang melakukan gerakan. Kemudian pada pos kedua, peserta bermain tebak gaya di mana panitia memberikan sebuah kata, kemudian salah seorang anggota harus memperagakannya. dan peserta lain harus menebaknya dengan cepat dan benar. Menuju pos tiga, yaitu “Bersatu Kita Teguh”. Pada pos ini peserta dihimbau untuk membentuk lingkaran dengan jarak 2 meter. Lalu setiap peserta berputar di tempat sebanyak 10 putaran. Pada hitungan ke-10, peserta harus menyatukan tangan mereka ke tengah. Kemudian dengan teknis yang sama peserta harus menyatukan kaki mereka dan terakhir jari telunjuk. Trekking dilanjutkan ke pos yang keempat yakni pos “Mari Kita Pecahkan”. Di sini panitia akan memberikan teka-teki yg harus dipecahkan peserta. Panitia akan memberikan clue dan peserta harus bekerja sama untuk memecahkan pesan yang tersembunyi. Kemudian beralih ke pos lima yang bernama pos “Emergency Call”. Pertama, panitia memberikan arahan pada peserta untuk berjongkok, lalu panitia menyebut angka 1-5 secepatnya, dan menyebutkan perintah tambahan. Selanjutnya pada pos terakhir, mereka akan diajak berbincang-bincang oleh Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi, serta Badan Konsultan LPM Suara Satwa.










