Direktur Eksekutif Institute for Peace and Democracy, I Ketut Putra Erawan, menjelaskan integritas pemilu adalah bagaimana nilai-nilai demokrasi mewarnai segala proses politik yang berkaitan dengan pemilu. Di samping juga bagaimana masyarakat, negara, media, LSM, dan lainnya membantu proses tersebut.
Diungkapkan ada 3 dimensi yang mendasari sebuah integritas pemilu bisa berjalan. Pertama, bagaimana hak-hak rakyat terwadahi dan dijamin oleh negara.
Kedua, bagaimana hak-hak keterlibatan rakyat dalam menerima dan membagi informasi yang ada. Ketiga, bagaimana hak-hak rakyat yang dijamin oleh negara yang berkaitan dengan informasi yang berkaitan dengan para calon, hak politik masyarakat, dan kebijakan-kebijakan yang diperdebatkan dihubungkan dengan prosedur. Prosedur inilah yang berkaitan dengan 11 tahapan pemilu.
Dekan FISIP Unwar, Drs. I Wayan Mirta, M.Si., mengatakan bahwa peran mahasiswa sebagai pemilih milenial dan generasi z harus mampu berpartisipasi untuk menjaga integritas demokrasi pada pemilu serentak 2024. Oleh karena itu, pendidikan politik terkait bagaimana cara menjaga integritas demokrasi penting ditanamkan kepada para pemilih milenial, terutama gen Z sebagai pemilih pemula.
Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, MP., mengatakan bahwa seluruh masyarakat di Indonesia mengharapkan pemilu serentak 2024 dapat terselenggara secara berintegritas.
Terutama bagaimana penyelenggara pemilu harus jujur, transparan, akuntabel, serta akurat dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya.










