FISHUM UNR berharap, melalui kegiatan ini, para mahasiswa dapat memahami pentingnya evidence-based planning, membangun kesadaran akan integritas data, dan lebih siap menjadi agen perubahan dalam proses pembangunan ke depan.
"Semoga kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi akademik dan profesional kita semua," harapnya.
Agnes Wirdayanti, mengungkapkan, data sangat penting bagi perencanaan pembangunan, terlebih saat ini pemerintah berorientasi pada "driven policy by data" berbasis elektronik.
Karenanya, Agnes Wirdayanti dalam kesempatan ini, menyosialisasikan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) kepada mahasiswa. SPBE merupakan penyelenggaraan pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan pelayanan kepada pengguna SPBE.
Ini mencakup berbagai layanan, baik kepada instansi pemerintah, ASN, pelaku usaha, masyarakat, maupun pihak lain. SPBE bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik. "Saat ini kita sudah era digital. Tidak lagi konvensional," jelas Agnes Wirdayanti.
Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, lanjut Agnes Wirdayanti, membawahi lima kementerian, di antaranya; Kementerian Pekerjaan Umum, Perhubungan, Transmigrasi, ATR/BPN, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman.
"Tugas kami bagaimana mengumpulkan dan mengelolah data dari lima kementerian itu. Ini lah yang kami share ke mahasiswa UNR," ungkapnya.
Agnes Wirdayanti berharap mahasiswa FISHUM UNR menjadi gen perubahan menuju Indonesia Emas 2045, melalui berbagai kontribusi. Indonesia Emas, lanjut dia, membutuhkan sumber daya manusia unggul, sala satunya dengan menguasai teknologi informasi.










