Dalam mendukung implementasi Kurikulum Kampus Merdeka, FEB UNR juga mencatat pencapaian istimewa melalui keberangkatan mahasiswa untuk melaksanakan program magang di Amerika Serikat.
"Saya berpesan kepada para lulusan, agar ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak berhenti pada ijazah, melainkan terus dikembangkan dan diamalkan. Jagalah nama baik almamater, hormati orang tua, dan berkontribusilah secara nyata di lingkungan kerja maupun masyarakat. Ingatlah bahwa kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang sejauh mana kita memberi manfaat bagi sesama," pesan dekan.
Rektor UNR Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM.M.Hum., menyebut tema yang diusung dalam yudisium kali ini sangat relevan dalam mengimplementasikan program strategis pemerintah.
Sebagai salah satu fakultas kebanggaan di UNR, Prof. Tirka mendorong kreativitas dekan dan jajaran FEB untuk merancang penambahan program studi (prodi) yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
"FEB ini kan paling digemari mahasiswa fresh graduate. Dosen-dosennya juga kebanyakan muda. Jadi sudah nyambung. Tinggal tunggu penambahan prodi baru. Astungkara dalam waktu dekat," ungkap Rektor UNR.
Prof. Tirka pun mengaku bangga karena dari data, 100 orang peserta yudisium telah terserap dunia kerja maupun berwirausaha. Kepada lulusan yang belum mendapatkan pekerjaan, Prof. Tirka meminta agar tidak pilih-pilih, sebab semua pekerjaan menurut dia bagus. Dan, ia pun optimistis bahwa masa tunggu lulusan FEB UNR sangat cepat.
Terkait kualitas, Prof. Tirka menegaskan bahwa "Kampus Perjuangan" yang punya sejarah panjang di kancah perguruan tinggi, sudah membuktikan kualitasnya. Hampir di setiap instansi pemerintah maupun swasta terdapat lulusan UNR, termasuk dua orang sempat menduduki jabatan menteri.










