Fakultas Hukum UNR Kembali Lahirkan 127 Sarjana: 60 Persen Telah Terserap Dunia Kerja

IMG-20260912-WA0025-1
Dekan FH UNR, Dr. Cokorda Gede Swetasoma, SH., MH., memberikan selamat kepada lulusannya. ist

*Dari lulusan ini, IPK tertinggi 3,98, IPK menengah 3,61, dan IPK terendah 3,00. 

*60 persen telah terserap dunia kerja. 

*Setiap warga negara adalah subyek hukum sehingga patut mempelajari hukum.

*UNR telah menyediakan Magister Hukum bagi para lulusan yang ingin melanjutkan ke S2.

DENPASAR-fajarbali.com | Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) melepas sebanyak 127 Sarjana Hukum, pada upacara Yudisium ke-45 dan Pelepasan Sarjana ke-45, pada Sabtu (12/9/2026), di Auditorium UNR.

Yudisium periode ini mengusung tema “Legal Innovation Nation’s Elevation: Berinovasi dengan Hukum, Mengangkat Martabat Bangsa di Era Global”.

Dari 127 lulusan tersebut, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang dilakukan melalui validasi Ketua Program Studi (Kaprodi), yaitu IPK tertinggi 3,98, IPK menengah 3,61, dan IPK terendah 3,00.

Dekan FH UNR, Dr. Cokorda Gede Swetasoma, S.H., M.H., menjelaskan, bahwa hampir 60 persen lulusan tahun ini sudah terserah di dunia kerja.

Sisanya, 40 persen masih fresh graduate atau dalam proses mencari kerja dengan masa tunggu yang relatif singkat. Keyakinan ini dilandasi hasil penelusuran atau treacer study tahun-tahun sebelumnya. 

Ia berpandangan, singkatnya masa tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan karena sarjana hukum punya peluang luas. Setiap perusahaan atau instansi memerlukan sarjana hukum. 

“Dari lulusan hari ini, mayoritas itu adalah mahasiswa yang hampir 60 persen sudah bekerja, dan 40 persen fresh graduate dan dalam proses mencari atau sudah istilahnya bekerja part-time itu sendiri,” dekan didampingi Wakil Dekan Dr. Kadek Ary Purnama Dewi, SH., MH., dan Kaprodi Hukum Dr. I Made Artana, SH., MH.

Dalam menghadapi tantangan, lanjut Cok Swetasoma, FH UNR senantiasa memberikan berbagai terobosan kepada mahasiswa, salah satunya melaksanakan proses praktik peradilan semu.

BACA JUGA:  UPT Perpustakaan Unud Gelar Workshop, Tingkatkan Kompetensi Pustakawan

Dengan adanya praktik peradilan semu, ia menilai akan mampu membuka dan mengembangkan wawasan baru mahasiswa, sehingga tidak hanya terkungkung untuk menjadi seorang pekerja, tetapi bisa menjadi pionir atau praktisi dalam perkembangan ilmu hukum itu sendiri. FH UNR juga membuka ruang terbuka kepada para lulusan untuk ikut berperan dalam dunia praktisi.

“Saya rasa di tingkat persaingan, kualitas lulusan kami di Fakultas Hukum dari tahun ke tahun itu sudah teruji, dan hampir mayoritas sudah memiliki atau menempati posisi-posisi strategis di dunia kerja mereka masing-masing, termasuk juga di lingkungan kepraktisian,” tambah dekan.

Pada kesempatan yang sama Rektor UNR, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, S.S., M.M., M.Hum., mengapresiasi berbagai prestasi yang diraih Fakultas Hukum selama ini, terutama dalam mempertahankan akreditasi unggul Prodi Hukum. Di samping itu, Fakultas Hukum juga mampu meraih prestasi di ajang akademik internasional di Kuala Lumpur, Malaysia.

Prof. Tirka tidak menampik adanya tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi swasta se-Indonesia, khususnya FH UNR. Namun demikian, ia meyakini bahwa seluruh jajaran dekanat, beserta Wakil Dekan, Kaprodi, GPM dan seluruh civitas akademika Fakultas Hukum, bersatu padu untuk mencari strategi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Prof. Tirka juga menyebutkan, bahwa Fakultas Hukum sudah membuka dan menyediakan jalur Rekognisi Pembelajarannya Lampau (RPL).

Program resmi pemerintah melalui Kemendikti Saintek ini, untuk mengakui pengalaman kerja atau pendidikan nonformal/informal seseorang ke dalam Satuan Kredit Semester (SKS), sehingga masa studi bisa lebih singkat.

“Kami di fakultas hukum sudah memiliki RPL ya. Jadi, seluruh masyarakat jika ingin melanjutkan sudah lebih mudah lagi,” kata dia. 

Bagi sarjana hukum lulusan UNR yang ingin melanjutkan pendidikan Magister/S2 Hukum, pimpinan UNR telah menyediakan di Kampus Perjuangan tersebut. Sehingga kompetensi sarjana hukum semakin linier dan tajam dengan proses pendidikan yang lebih tinggi.

BACA JUGA:  Lahirkan Sarjana Plus Wirausaha, Unhi Libatkan Hermawan Kartajaya

Bahkan Prof. Tirka menilai, setiap warga negara patut memahami hukum yang berlaku. Sebab, setiap warga negara merupakan subyek hukum yang sewaktu-waktu berkepentingan dengan hukum itu sendiri. "Saya pun masih terus belajar, khususnya tentang hukum," jelas Prof. Tirka. 

Adapun lulusan terbaik Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai pada yudisium tahun ini, Peringkat I diraih oleh Putu Suci Maharani dengan IPK 3,98, Peringkat II diraih oleh Ni Luh Putu Arik Suandari dengan IPK 3,96, dan Peringkat III diraih oleh Wandi Yanto Saputra dengan IPK 3,93. [gde]

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top