Enam Negara Segitiga Karang Sepakati Rencana Aksi 2026, Perkuat Konservasi Laut dan Ketahanan Iklim di Bali

u7-2025-12-10-at-15.01.36
Press conference 20th Senior Officials’ Meeting (SOM-20) Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) di Bali.

MANGUPURA-fajarbali.com | Pertemuan Tingkat Pejabat Senior ke-20 atau 20th Senior Officials’ Meeting (SOM-20) Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) resmi bergulir di Bali. Pertemuan akbar ini menjadi momentum penting bagi enam negara anggota diantaranya Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste untuk memperkuat kerja sama regional dalam konservasi laut, pengelolaan perikanan berkelanjutan, dan peningkatan ketahanan kawasan terhadap dampak perubahan iklim.

SOM-20 mempertemukan pejabat tinggi untuk meninjau capaian program, menyepakati rencana kerja strategis tahun 2026, dan menetapkan arah pelaksanaan program CTI-CFF ke depan. Agenda ini diselenggarakan oleh Sekretariat Regional CTI-CFF bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selaku National Coordinating Committee (NCC).

Rangkaian SOM ke-20 berlangsung pada 10–11 Desember 2025, setelah didahului oleh Pertemuan Pendahuluan Pejabat Senior (Pre-SOM) yang intensif pada 8–9 Desember 2025. Dalam Pre-SOM, para pejabat dan kelompok kerja teknis fokus membahas keterlibatan mitra, menyusun laporan teknis, serta memperkuat tata kelola organisasi.

Diskusi teknis yang berlangsung sepanjang tahun di negara-negara anggota CTI-CFF menjadi landasan kuat, memastikan bahwa keputusan yang dibawa dan disepakati dalam SOM-20 bersifat inklusif dan berbasis data ilmiah.

SOM-20 menjadi forum strategis bagi pejabat senior untuk meninjau kemajuan dari berbagai kelompok kerja inti CTI-CFF. Kelompok kerja ini mencakup fokus utama seperti Seascape, Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM), Marine Protected Area (MPA), Climate Change Adaptation (CCA), dan Threatened Species Working Group.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP sekaligus Chair CSO CTI-CFF, Koswara, menegaskan pentingnya konsistensi dan sinergi antarnegara. “SOM-20 mencerminkan komitmen berkelanjutan negara-negara anggota untuk memperkuat kerja sama berbasis ilmiah guna mewujudkan perikanan berkelanjutan, ekosistem laut yang tangguh, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di kawasan Segitiga Karang,” tegasnya.

BACA JUGA:  Unwar dan KUB Simbar Segara Kolaborasi Jaga Mangrove

Senada dengan itu, Wakil Ketua CSO Malaysia, Datuk Dr. Ching Thoo a/l Kim, turut menyoroti nilai penting dari kepemimpinan regional yang terkoordinasi. "Dengan berbagi praktik baik dan wawasan teknis, kita dapat memastikan pengelolaan sumber daya Segitiga Terumbu Karang secara berkelanjutan untuk generasi sekarang dan mendatang," ujarnya.

Selain isu teknis, pertemuan ini juga membahas inisiatif lintas sektor yang vital, seperti Women Leaders Forum, University Partnership, dan Regional Business Forum. Aspek tata kelola juga diperkuat dengan pembahasan laporan dan rekomendasi dari Kelompok Kerja Tata Kelola (MEWG, FRWG, dan IRC) untuk meningkatkan transparansi, pengelolaan keuangan, dan akuntabilitas organisasi.

SOM-20 telah menghasilkan tujuh keputusan penting yang akan menjadi panduan implementasi program regional tahun 2026. Keputusan tersebut meliputi:

  1. Persetujuan Laporan Chair SOM-20 yang merangkum capaian dan prioritas bersama.
  2. Pengakuan terhadap Laporan Tahun 2025 dari enam negara anggota sebagai bagian dari kemajuan kolektif.
  3. Persetujuan laporan dan rekomendasi dari Kelompok Kerja Tata Kelola (MEWG, FRWG, dan IRC) untuk memperkuat akuntabilitas.
  4. Persetujuan rencana kerja dan anggaran 2026 dari Kelompok Kerja Teknis (Seascape, EAFM, MPA, CCA, dan Spesies Terancam).
  5. Penerimaan Laporan Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF mengenai capaian dan prioritas tahun mendatang.
  6. Pemberian apresiasi kepada para Mitra CTI CFF atas kontribusi dalam kolaborasi lintas sektor.
  7. Persetujuan keputusan yang tertuang dalam Chair’s Summary SOM-20 sebagai acuan kebijakan dan rekomendasi implementasi 2026.

Ketua Delegasi Indonesia, Hendra Yusran Siry, menegaskan bahwa komitmen bersama sangat penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan Segitiga Karang. "Indonesia memastikan bahwa setiap keputusan yang dihasilkan pada SOM-20 selaras dengan upaya peningkatan kesehatan ekosistem laut dan penguatan pengelolaan perikanan di tingkat nasional maupun regional," jelasnya.

BACA JUGA:  Astra Motor Bali Gandeng PT Bali Recycle Centre Kelola Sampah melalui Metode Bank Sampah

Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF, Dr. Frank Griffin, mengapresiasi proses konsultatif yang konstruktif dalam Pre-SOM dan SOM-20. “Negara anggota berkontribusi aktif dalam agenda tata kelola, teknis, dan lintas sektor, serta menyepakati rencana kerja yang menjadi landasan kuat untuk implementasi tahun mendatang,” ujarnya.

Melalui kerja sama yang solid, Sekretariat Regional CTI-CFF dan KKP Indonesia berkomitmen untuk mendukung negara anggota dalam mengimplementasikan hasil keputusan SOM-20. Upaya bersama ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan berkelanjutan dan ketahanan kawasan, serta memastikan pengelolaan sumber daya laut Segitiga Karang yang berkelanjutan untuk generasi saat ini dan masa depan. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top