Sementara di tempat terpisah, Bupati Jembrana I Putu Artha turut memberikan tanggapan atas bertambahnya kasus terkonfirmasi di Jembrana. Sebelumnya terjadi penambahan sebanyak 6 kasus dalam sehari, sehingga menimbulkan klaster baru . Kondisi ini cukup mengejutkan mengingat cukup lama perkembangan covid-19 di Jembrana melandai grafiknya .Bahkan sempat beberapa hari nihil penambahan kasus terkonfirmasi. Artha berharap semua pihak tetap waspada dengan tidak menganggap remeh pandemi covid-19. Artha sangat berharap masyarakat Jembrana diajak untuk terus mendukung himbauan-himbauan dari pemerintah dalam upaya menanggulangi pandemi covid-19. Caranya dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, guna menekan penyebaran virus.
“Aktifkan lagi pengawasan di desa maupun banjar yang sudah mulai mengendur. Termasuk oleh gugus tugas penanganan covid-19 di Jembrana . Saya juga sudah bicara dengan Kapolres Jembrana serta Dandim 1617 , untuk sama –sama memperketat pengawasan. Jangan sampai angka kasus di Jembrana yang paling rendah sebali ini tiba-tiba melonjak , “ ujar Artha usai acara sertijab Dandim 1617 Jembrana di Gedung Auditorium Jembrana,
Kamis (8/8/2020). Selain itu, Artha juga menegaskan, pasien yang telah terkonfirmasi Covid-19 harus tetap dirawat atau diisolasi di RSU Negara. Menurutnya lebih baik dirawat di Ruang Isolasi daripada pasien mesti melakukan isolasi mandiri dirumah. “ Lebih optimal karena pasien diruang isolasi ada yang merawat . Pengawasannya juga lebih mudah , daripada isolasi mandiri dirumah masing-masing , “ tegas Artha.










