Duet FH Unwar dan FH Trisakti, Perkuat Studi Hukum dan Teknologi dalam Ekowisata Bali

IMG-20250820-WA0024
Kolaborasi strategis FH Unwar dan FH Trisakti dalam Summer Course Internasional 2025.

Sesi ini berhasil memantik diskusi akademik yang mendalam tentang hukum adat sebagai landasan penting dalam ekowisata berbasis budaya.

Usai sesi akademik, para peserta melakukan kunjungan lapangan ke Desa Wisata Penglipuran, yang dikenal akan pelestarian hukum adat dan struktur sosialnya.

Pengalaman langsung di desa adat ini memperkuat pemahaman peserta terhadap integrasi hukum, budaya, dan teknologi dalam konteks pariwisata berkelanjutan.

Hari kedua kegiatan, 19 Agustus 2025, difokuskan pada Pengabdian Internasional bertema “Environmental Protection for Tourism: Redesigning Bali as an Ecotourism Destination” yang berlangsung di Desa Wisata Jatiluwih, Tabanan — situs Warisan Budaya Dunia UNESCO melalui sistem Subak-nya yang unik.

Dalam sambutannya, Dr. Jaya Senastri menyampaikan bahwa pemilihan Jatiluwih sebagai lokasi pengabdian merupakan bentuk sinergi antara akademik dan masyarakat.

“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar sekaligus berbagi, dengan menggali nilai-nilai lokal yang relevan dengan hukum agraria, pelestarian lingkungan, dan hukum adat,” tegasnya.

Lebih dari 19 peserta lintas negara dan budaya terlibat aktif dalam sesi ini, menciptakan dialog produktif mengenai tantangan hukum adat dalam ekowisata global.

Narasumber yang berkontribusi antara lain: Dr. Siti Hafsyah Idris (Universiti Teknologi MARA, Malaysia); Prof. Dr. I Made Suwittra, S.H., M.H. (FH Unwar); Dr. I Ketut Kasta Arya Wijaya, S.H., M.Hum. (FH Unwar), serta Maya Indrasti Notoprayitno, S.H., M.Sc., Ph.D. (FH Trisakti). 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top